Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Perkuat SDM Pertanian, Pemprov Kalteng dan Kementan Teken Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Lahan Cetak Sawah

Novia • Jumat, 15 Mei 2026 | 13:00 WIB
Gubernur H Agustiar Sabran dokumen Nota Kesepakatan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian bersama jajaran Kementerian Pertanian RI dan pimpinan perguruan tinggi.Arief Prathama/Kalteng Pos
Gubernur H Agustiar Sabran dokumen Nota Kesepakatan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian bersama jajaran Kementerian Pertanian RI dan pimpinan perguruan tinggi.Arief Prathama/Kalteng Pos

PALANGKA RAYA – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dari Bumi Tambun Bungai kian nyata. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggandeng Kementerian Pertanian RI melalui penandatanganan nota kesepakatan penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi dan program magang mahasiswa di lahan cetak sawah, Selasa (12/5/2026) malam, di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng.

Gubernur H. Agustiar Sabran, menegaskan kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang siap terjun ke lapangan.

Baca Juga: Kotim Dapat Jatah Cetak Sawah 1.067 Hektare, Berikut Sebaran Lokasinya

“Kalimantan Tengah memiliki hamparan lahan yang luas dan potensial untuk mendukung swasembada pangan nasional. Namun lahan saja tidak cukup. Kita membutuhkan SDM yang terampil, profesional, dan mampu beradaptasi dengan teknologi,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Menurutnya, kesepakatan ini menjadi bagian dari komitmen daerah mendukung agenda prioritas nasional, khususnya penguatan ketahanan dan kemandirian pangan. Ia berharap pendidikan vokasi pertanian yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian modern.

“Ini harus berkelanjutan dan benar-benar berjalan di lapangan. Kita ingin anak-anak muda Kalteng melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan membanggakan,” tegasnya.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung program cetak sawah yang tengah digencarkan pemerintah. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Hermanto, menjelaskan bahwa optimalisasi lahan menjadi fokus utama hingga 2026.

Baca Juga: Cetak Sawah di Kalteng Dikebut, Target April Tembus 40 Ribu Hektare

“Pada 2025, konstruksi cetak sawah di Kalimantan Tengah ditargetkan sekitar 30 ribu hektare. Tahun 2026 akan dilanjutkan sekitar 10 ribu hektare. Lahan-lahan ini harus dimanfaatkan secara produktif dan berkesinambungan,” katanya.

Ia menyebutkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi akan menjadikan lahan cetak sawah sebagai laboratorium praktik bagi mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga pengalaman langsung dalam pengelolaan pertanian.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Idha Widi Arsanti, mengapresiasi inisiatif Pemprov Kalteng yang membuka akses pendidikan vokasi berbasis kebutuhan daerah, khususnya budidaya pertanian lahan rawa.

Baca Juga: Realisasi Cetak Sawah di Kalteng Capai 53,31 Persen, Gubernur Agustiar Sabran Tekankan Kesiapan SDM Pertanian

“Anak-anak muda akan dibekali kemampuan budidaya, agribisnis, mekanisasi, hingga manajemen usaha tani. Mereka juga akan dikenalkan dengan alat dan mesin pertanian modern, termasuk pengoperasian drone dan combine harvester,” jelasnya.

Menurut Idha, kompetensi tersebut penting agar lulusan mampu langsung berkontribusi dalam program optimasi lahan dan cetak sawah rakyat.

Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi, Kalteng diharapkan tidak hanya menjadi lumbung pangan nasional, tetapi juga pusat pengembangan SDM pertanian modern yang berdaya saing tinggi.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#ketahanan pangan #cetak sawah #pertanian #Pertanian Modern #swasembada pangan