Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kualitas dan Anggaran Jalur Warna Biru di Palangka Raya Dikritik, Kadis PUPR Kalteng Buka-bukaan

rifqi • Senin, 18 Mei 2026 | 13:00 WIB
Cat warna biru sudah mengelupas/Instagram/@kaltengoke
Cat warna biru sudah mengelupas/Instagram/@kaltengoke

PALANGKA RAYA-Kemunculan jalur berwarna biru di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya sempat memunculkan tanda tanya di masyarakat. Terlebih, garis itu mulai putar dan mengelupas. 

Kualitas cat yang dipakai pun dipersoalkan oleh warga yang melintas.

Baca Juga: Pemprov Kalteng Siapkan Jalur Sepeda dan Pejalan Kaki di Pusat Kota Palangka Raya

Menanggapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah menjelaskan jalur tersebut merupakan konsep berbagi ruang bagi seluruh pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Kalteng Juni Gultom mengatakan jalur tersebut nantinya diperuntukkan bagi pejalan kaki, pesepeda, aktivitas olahraga ringan hingga penyandang disabilitas.

“Jadi bagi ruas jalan yang memungkinkan untuk berbagi ruang bagi semua orang, termasuk yang punya mobil, pejalan kaki, kegiatan sosial lainnya, termasuk bersepeda, bahkan difabel itu juga dimungkinkan lewat sana,” katanya, beberapa waktu lalu.

Menurut Juni, konsep itu dibuat agar fasilitas publik kota dapat dimanfaatkan bersama secara lebih tertib dan inklusif. 

“Artinya itu jalan untuk semua,” ujarnya.
Ia juga menegaskan ruas jalan yang sudah ditata tersebut tidak diperbolehkan digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan.

“Enggak ada, enggak boleh parkir di jalan,” tegasnya.

Terkait anggaran, Juni menjelaskan pengecatan jalur biru tidak menggunakan anggaran khusus, melainkan masuk dalam biaya pemeliharaan jalan di masing-masing ruas.

“Dari pemeliharaan jalan saja. Dalam kota itu masing-masing ruas jalan ada yang Rp500 juta, ada yang Rp100 juta, jadi per ruas jalan,” jelasnya.

Menurutnya, jalur tersebut akan diterapkan di ruas-ruas jalan yang memiliki lebar memadai untuk konsep berbagi ruang.

Meski begitu, ia mengakui sosialisasi kepada masyarakat masih belum maksimal sehingga banyak warga belum memahami fungsi jalur tersebut.

“Karena kan belum selesai. Belum ada gambar sepeda, gambar orang lari jogging, termasuk gambar difabel, kan masih proses,” katanya.

Ia memastikan ke depan akan ditambahkan berbagai marka dan simbol agar fungsi jalur lebih mudah dipahami masyarakat.

Terkait warna cat biru yang mulai memudar di beberapa titik, Juni memastikan akan dilakukan perbaikan kembali sebagai bagian dari pemeliharaan.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#pejalan kaki #palangka raya #fasilitas publik