PALANGKA RAYA – Curah hujan tinggi yang masih mengguyur Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah. Sedikitnya empat kabupaten terdampak dengan ratusan warga, rumah hingga fasilitas umum ikut terendam.
Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat banjir terjadi di Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Timur, Gunung Mas dan Katingan.
Kalaksa BPBPK Kalteng, Ahmad Thoyib mengatakan total wilayah terdampak meliputi tujuh kecamatan dan sembilan desa atau kelurahan.
Baca Juga: Bencana Banjir Masih Rendam Sejumlah Wilayah Kotim, Ketinggian Capai 60 Centimeter
“Total jumlah kabupaten/kota yang terdampak yakni empat kabupaten, tujuh kecamatan, sembilan desa atau kelurahan, 121 KK atau 160 jiwa,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, gedung pemerintahan hingga akses jalan masyarakat.
Kabupaten Lamandau menjadi salah satu wilayah yang paling lama terdampak banjir. Bencana tersebut mulai terjadi sejak 9 Mei 2026 dan hingga kini air masih menggenangi sejumlah desa.
Di Kecamatan Bulik Timur, banjir merendam Desa Nanga Palikodan dan Desa Nuangan dengan total 17 kepala keluarga atau 53 jiwa terdampak.
Tak hanya rumah warga, dua fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, tiga gedung pemerintahan dan satu titik jalan juga ikut terendam.
Baca Juga: Curhatan Warga Sampit: Rumah Terendam Banjir Akibat Drainase Mampet, Berharap Normalisasi Dilakukan
“Tinggi muka air di wilayah ini berkisar antara 10 sampai 50 sentimeter,” ungkap Ahmad Thoyib.
Sementara di Desa Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, sebanyak tujuh kepala keluarga atau 22 jiwa terdampak banjir dengan tujuh rumah warga ikut terendam.
Banjir paling parah dilaporkan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Air merendam Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang sejak 14 Mei 2026.
Di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, sebanyak 67 kepala keluarga terdampak banjir. Sedikitnya 80 rumah warga ikut terendam dengan tinggi muka air mencapai 100 hingga 150 sentimeter.
Baca Juga: Kualitas dan Anggaran Jalur Warna Biru di Palangka Raya Dikritik, Kadis PUPR Kalteng Buka-bukaan
“Tinggi muka air di Desa Sungai Hanya mencapai 100 hingga 150 sentimeter,” katanya.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu karena akses jalan desa dan jalur menuju permukiman ikut terendam.
Sedangkan di Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, banjir merendam satu titik jalan dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 sentimeter.
Di Kabupaten Gunung Mas, banjir mulai terjadi pada 15 Mei 2026 dan melanda Kecamatan Rungan Hulu serta Kecamatan Tewah.
Wilayah terdampak meliputi Desa Hantapang, Desa Tumbang Lapan dan Kelurahan Tewah.
BPBD mencatat sedikitnya satu fasilitas pendidikan terdampak banjir di wilayah tersebut.
Baca Juga: BMKG Sampit Beberkan soal Potensi Rentang Waktu Musim Kemarau di Kotim Tahun 2026
Sementara di Kabupaten Katingan, banjir terjadi di Desa Tumbang Kawei, Kecamatan Sanaman Mantikei dan merendam satu unit rumah warga.
BPBPK Kalteng menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama BPBD kabupaten untuk penanganan banjir di lapangan.
“Kami terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan BPBD kabupaten terkait perkembangan kondisi banjir di lapangan,” ujar Ahmad Thoyib.(*)
Editor : Ayu Oktaviana