Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Palangka Raya Panen Padi Gogoh, Buktikan Pertanian Tetap Bisa Berkembang

Ilham • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:30 WIB
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menunjukkan hasil panen padi gogoh. Ilham/Kalteng Pos
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menunjukkan hasil panen padi gogoh. Ilham/Kalteng Pos

PALANGKA RAYA-Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus berupaya menjawab tantangan sektor pertanian di wilayah dengan kondisi tanah gambut dan tingkat keasaman rendah. 

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memanfaatkan lahan di kawasan perkantoran sebagai area pertanian sekaligus lahan percontohan bagi masyarakat.

Panen padi, sorgum, dan penanaman serta pembagian bibit cabai dilakukan di lahan pertanian DPKP Kota Palangka Raya, Rabu (20/5/2026).

Wali Kota Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Achmad Zaini mengatakan berbagai keterbatasan lahan di Kota Palangka Raya tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan sektor pertanian.

Menurutnya, selama ini masih ada anggapan, kondisi tanah di Kota Palangka Raya sulit ditanami komoditas pangan seperti padi, sorgum, maupun cabai karena didominasi lahan gambut dengan tingkat pH tanah yang rendah.

“Kami ingin membuktikan bahwa dengan upaya bersama dan pengelolaan yang tepat, lahan di Kota Palangka Raya tetap bisa dimanfaatkan untuk pertanian, meskipun memang produktivitasnya belum bisa sama seperti di daerah lain,” kata Achmad Zaini.

Ia menyampaikan hal tersebut usai melakukan panen padi gogoh bersama unsur Forkopimda di kawasan lahan pertanian kompleks perkantoran pemerintah setempat. Padi gogoh sendiri merupakan jenis padi lahan kering yang hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber pengairan.

Zaini menjelaskan, secara normal hasil panen padi gogoh dapat mencapai sekitar empat ton. Namun kondisi tanah gambut dan rendahnya tingkat keasaman di lokasi tersebut membuat hasil produksi belum maksimal.

“Normalnya panen bisa mencapai sekitar empat ton. Tetapi karena kondisi lahan gambut, pH tanah rendah, dan beberapa faktor lainnya, produktivitas di lahan ini memang belum dapat mencapai hasil maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai keberadaan lahan pertanian tersebut memiliki manfaat besar, tidak hanya sebagai area produksi tetapi juga sebagai sarana penelitian dan pengembangan pertanian.

Pemko Palangka Raya juga menggandeng Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian untuk memberikan pendampingan serta masukan terkait pengelolaan lahan pertanian di kawasan tersebut.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#bibit cabai #Padi gogo #pertanian #Achmad Zaini #lahan gambut