PALANGKA RAYA-Sanggar Seni Betang Batarung mewakili Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam ajang Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 29 Mei hingga 1 Juni 2026.
Keikutsertaan tim dalam festival tersebut diperoleh setelah berhasil lolos melalui proses kurasi yang diikuti oleh berbagai kelompok seni dari berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian kegiatan festival diawali dengan pawai budaya yang dimulai dari Lapangan Banteng menuju Pos Bloc Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menampilkan identitas budaya daerah masing-masing melalui kostum, atribut, dan atraksi seni yang menarik perhatian masyarakat.
Selanjutnya, penampilan tari dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta yang menjadi panggung utama bagi para delegasi untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan gala penutupan yang berlangsung di Pos Bloc Jakarta sebagai ajang apresiasi dan perayaan keberagaman budaya Indonesia.
Pimpinan Sanggar Seni Betang Batarung, Tris Sofia Wartina, S.T., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kesempatan yang diberikan kepada tim untuk membawa seni budaya Kalteng ke tingkat nasional.
Menurutnya, keikutsertaan dalam IWDF 2026 menjadi pengalaman berharga yang membuka wawasan sekaligus memperluas jejaring bagi para penari muda.
Perwakilan penari yang terlibat dari Sanggar Seni Betang Batarung adalah Adrian Gustave, Daniello Putra Chrisilael, Nadine Adriaputri Gara, Cheryl Christabel, Eliza Farha Kusmana, Racquell Salia Penta.
Keberangkatan tim ke Jakarta dilaksanakan secara mandiri dengan dukungan dari orang tua peserta, pihak sponsor, serta Sanggar Seni Betang Batarung. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam memajukan seni dan budaya daerah.
Selain menampilkan karya tari, para peserta juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan bertukar pengalaman dengan seniman dari berbagai daerah.
Pengalaman tersebut memberikan inspirasi baru sekaligus memperkuat semangat untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni budaya Kalteng.
“Keikutsertaan dalam IWDF 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain dapat menampilkan budaya Kalteng di panggung nasional, kami juga belajar dari berbagai kelompok seni yang hadir. Semoga ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah,” ujar Tris Sofia.
Partisipasi Sanggar Seni Betang Batarung dalam Indonesia World Dance Festival 2026 menjadi bukti bahwa seni budaya Bumi Tambun Bungai mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.(*)
Editor : Ayu Oktaviana