Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ketergantungan Pelabuhan Luar Daerah Disorot, Batanjung Didorong Jadi Gerbang Ekspor Kalteng

Novia • Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB
Pelabuhan Batanjung belum beroperasi maksimal.(Kantamedia)
Pelabuhan Batanjung belum beroperasi maksimal.(Kantamedia)

PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Batanjung sebagai pintu utama distribusi dan ekspor hasil sumber daya alam daerah. Kehadiran pelabuhan tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan di provinsi lain sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi yang selama ini belum sepenuhnya dinikmati Kalteng.

Ketua Komisi I DPRD Kalteng, H Muhajirin, mengatakan Pelabuhan Batanjung memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Selama ini, sebagian besar komoditas unggulan Kalteng, terutama dari sektor pertambangan dan kehutanan, masih dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi.

Akibatnya, berbagai aktivitas penunjang ekonomi yang muncul dari proses distribusi dan ekspor tersebut lebih banyak dinikmati daerah lain.

“Potensi yang dimiliki daerah ini sangat besar. Karena itu, sudah saatnya Kalteng memiliki jalur distribusi yang mampu menopang aktivitas ekspor secara mandiri sehingga nilai tambahnya dapat kembali ke daerah,” kata Muhajirin, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, rencana pengoperasian Pelabuhan Batanjung bukanlah gagasan baru. Sejumlah kajian yang telah dilakukan menunjukkan jalur perairan menuju kawasan pelabuhan memiliki prospek yang baik untuk mendukung angkutan komoditas dalam volume besar.

Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung juga mulai menunjukkan perkembangan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membuka sebagian ruas jalan menuju kawasan pelabuhan dan melakukan pembebasan lahan guna memperkuat konektivitas wilayah.

Meski demikian, Muhajirin menegaskan pembangunan pelabuhan dan akses pendukung harus dilakukan secara terpadu. Infrastruktur darat maupun fasilitas pelabuhan perlu diselesaikan secara bersamaan agar Pelabuhan Batanjung dapat beroperasi optimal dan melayani kebutuhan logistik dari berbagai daerah di Kalteng.

Ia menilai dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi proyek tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan langkah yang lebih intensif untuk memperjuangkan dukungan kebijakan maupun pendanaan dari kementerian terkait.

Menurut Muhajirin, percepatan pembangunan Pelabuhan Batanjung bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat posisi Kalimantan Tengah dalam rantai ekonomi nasional.

“Selama ini sumber daya alam berasal dari daerah kita, tetapi banyak aktivitas penunjang ekonominya berlangsung di luar Kalteng. Ke depan, kita ingin manfaat ekonominya juga tumbuh dan berkembang di daerah sendiri,” ujarnya.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Batanjung, Kalteng diharapkan memiliki jalur distribusi yang lebih efisien, memperkuat daya saing ekspor, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi di kawasan setempat.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#pelabuhan batanjung #rantai ekonomi #sumber daya alam #pertumbuhan ekonomi