PALANGKA RAYA-Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong inovasi pengelolaan sampah melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block. Keberhasilan uji coba di sejumlah lokasi membuat penggunaan paving berbahan dasar sampah plastik tersebut berpeluang diperluas ke berbagai kawasan, termasuk lingkungan perkantoran dan taman kota.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan pemanfaatan limbah plastik menjadi paving merupakan salah satu terobosan yang patut dikembangkan.
Baca Juga: Penghentian Open Dumping Langkah Positif, tapi Jangan Sekadar Ganti Aturan tanpa Solusi
Selain mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), inovasi tersebut juga menghasilkan produk yang memiliki nilai guna tinggi.
“Kalau di media sosial kan sudah sering kita lihat, ada beberapa ruas jalan yang kita pasang dengan paving.
Dan paving ini merupakan hasil dari limbah. Ini salah satu inovasi dan inisiatif yang bagus dari Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (15/6/2026).
Zaini menyebut plastik merupakan sampah yang sulit terurai dan kini diolah melalui teknologi tertentu menjadi material paving yang kuat dan layak digunakan. Hasilnya dinilai cukup memuaskan karena memiliki daya tahan yang baik serta tetap dalam kondisi bagus setelah digunakan.
“Kita sudah coba di beberapa ruas jalan dan hasilnya bagus. Sampai saat ini masih terlihat bagus karena kekuatannya luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Zaini mengungkapkan bahwa ribuan paving plastik juga telah dikirim ke kawasan Kecamatan Tangkiling.
Sekitar empat ribu lebih paving telah dipasang di lingkungan perkantoran kecamatan sebagai bagian dari implementasi program tersebut. Ke depan dapat diperluas hingga kawasan dalam kota.
Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Melonjak, Truk Sampah di Palangka Raya Ikut “Ngos-ngosan”
“Harapan kita nanti di dalam kota juga bisa menggunakan paving ini sambil kita pastikan juga bahwa paving tersebut ramah lingkungan dan tidak menimbulkan efek negatif,” tegasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana