PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Konsorsium BKS PTN Barat (SMMPTN Barat) Tahun 2026 di Universitas Palangka Raya (UPR) resmi dimulai, Rabu (17/6/2026).
Sebanyak 1.381 peserta mengikuti seleksi yang menjadi salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri tersebut.
Baca Juga: Pilrek UPR 2026: 4 Bakal Calon Rektor Lolos Verifikasi, 4 Terganjal Syarat Manajerial
Ketua Panitia UTBK SMMPTN Barat UPR, Dr Natalina Asi MA, mengatakan pelaksanaan ujian berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Juni 2026.
Selama pelaksanaan, panitia membagi ujian ke dalam delapan sesi yang tersebar di sejumlah lokasi dalam lingkungan kampus UPR.
Menurut Natalina, panitia menyiapkan delapan ruang ujian yang terdiri atas dua ruang di UPA TIK UPR, dua ruang di Fakultas Teknik UPR, dan empat ruang di Gedung UTBK UPR. Seluruh ruang tersebut mampu menampung hingga 176 peserta pada setiap sesi pelaksanaan ujian.
Baca Juga: Eks Direktur Pascasarjana UPR Prof Yetri Ludang Akhirnya Ditahan Kejari Palangka Raya
Dari total peserta yang mengikuti seleksi di Pusat UTBK UPR, sebanyak 1.277 orang atau sekitar 92,47 persen berasal dari Kalimantan Tengah. Sementara itu, 104 peserta lainnya atau 7,53 persen berasal dari luar daerah.
“Tahun ini jumlah peserta yang mengikuti UTBK SMMPTN Barat di Pusat UTBK Universitas Palangka Raya mencapai 1.381 orang,” ujar Natalina, Rabu (17/6).
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan ujian, panitia melibatkan berbagai unsur pendukung.
Sedikitnya 30 pengawas ujian, dua admin server, delapan teknisi ruang, tiga teknisi listrik, sembilan petugas keamanan, enam tenaga medis dan paramedis, serta 14 personel perlengkapan dan kebersihan diterjunkan selama pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Rektor UPR Prof Dr Ir Salampak MS IPU, mengungkapkan bahwa pelaksanaan SMMPTN Barat Tahun 2026 menunjukkan tren positif. Jumlah pendaftar secara keseluruhan di wilayah Indonesia Barat berhasil melampaui target yang ditetapkan, yakni mencapai 30.833 peserta dari target awal sebanyak 30.000 peserta.
Menurut Prof Salampak, peningkatan jumlah pendaftar tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Konsorsium BKS PTN Barat. Ia berharap semakin banyak peserta yang memilih dan berhasil diterima di UPR.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh panitia agar menjaga integritas, profesionalisme, serta menjamin pelaksanaan seleksi berlangsung jujur, transparan, dan akuntabel sehingga mampu menghasilkan calon mahasiswa terbaik.(*)
Editor : Ayu Oktaviana