PALANGKA RAYA – Poltekkes Kemenkes Palangka Raya melalui Satuan Pengawas Internal (SPI) yang bekerja sama dengan Unit Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan (UPK SDMK) sukses menyelenggarakan Workshop Manajemen Mitigasi Risiko pada 11–12 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar secara hybrid (daring via Zoom dan luring di Ruang Kuliah Umum) ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika.
Baca Juga: Tiga Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
Agenda ini menjadi langkah nyata institusi dalam meningkatkan pemahaman pengelolaan risiko demi mendukung tata kelola yang efektif dan akuntabel.
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Dr. Agus Wijanarka, S.Si.T., M.Kes. Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa manajemen risiko adalah instrumen krusial dalam penyelenggaraan organisasi, khususnya bagi perguruan tinggi kesehatan yang dituntut adaptif terhadap perubahan.
"Manajemen risiko adalah alat pelindung aset. Kita harus melindungi aset SDM seperti dosen, tendik, termasuk mahasiswa, aset finansial, hingga aset reputasi. Aset reputasi itulah yang harus kita lindungi," ujar Agus.
Baca Juga: Mahasiswa Poltekkes Palangka Raya Raih Berbagai Gelar di IDEA Fest 5 IPB
Agus juga menambahkan bahwa keberhasilan menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, workshop ini menghadirkan empat narasumber yang kompeten di bidangnya:
- Mariana Puspa Dewi, SE., M.I.Kom., MM CRP., CRMP: Membahas Analisis & Penilaian Risiko (Likelihood-Impact, Prioritas).
- Ifelda Nengsih, SE.I., MA., CRP., CIB: Menyampaikan materi konsep dasar manajemen risiko & budaya sadar risiko.
- Dr. Ocktariyana, SST., M.Kes.: Memaparkan strategi pengendalian & mitigasi risiko, serta penyusunan risk register dan rencana tindak lanjut.
- Dr. Nang Randu Utama, S.Pd., MA: Mengulas budaya sadar risiko dan gerakan anti-gratifikasi.
Dipandu oleh moderator Okto Ristina Gultom, M.Si. dan Yusril Kemal Hikam, S.IP., jalannya acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dinamis.
Ketua Panitia, Okto Ristina Gultom, M.Si., menyampaikan bahwa workshop tanpa pungutan biaya ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas peserta dalam memahami proses identifikasi hingga pemantauan risiko di unit kerja masing-masing.
Melalui komitmen ini, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya terus berupaya memperkuat kualitas tata kelola institusi lewat peningkatan kompetensi SDM. Dengan budaya organisasi yang proaktif, adaptif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan, setiap unit kerja diharapkan mampu mengambil langkah tepat dalam menghadapi tantangan strategis ke depan. (sma)
Editor : Ayu Oktaviana