PALANGKA RAYA–Potensi sektor peternakan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah dan ketersediaan lahan yang luas, sektor tersebut diyakini mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ketahanan pangan apabila dikelola secara optimal.
Anggota DPRD Kalteng, H Sudarsono mengatakan, pengembangan sektor peternakan perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Menurutnya, Kalteng mempunyai peluang besar untuk meningkatkan produksi ternak dan menjadi daerah yang mampu memenuhi kebutuhan pangan berbasis peternakan secara mandiri.
“Potensi yang kita miliki sangat besar. Tinggal bagaimana semua pihak memiliki komitmen untuk mengelolanya secara lebih terarah sehingga sektor peternakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ujarnya, Kamis (18/6).
Ia menilai kemajuan sektor peternakan tidak akan tercapai apabila hanya mengandalkan peran pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, hingga para peternak menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan usaha peternakan yang berdaya saing.
Selain memperkuat kerja sama, Sudarsono juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang peternakan. Menurutnya, peternak perlu mendapatkan pendampingan, pelatihan, serta akses terhadap teknologi agar mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak.
“Peternak harus terus didorong agar memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola usahanya. Jika produktivitas meningkat, kesejahteraan peternak ikut naik dan kebutuhan masyarakat terhadap produk peternakan juga bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” katanya.
Ia berharap pengembangan sektor peternakan dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang di Kalteng. Selain memperkuat kemandirian pangan, berkembangnya sektor tersebut juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru, menyerap lebih banyak tenaga kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat di berbagai wilayah. (*)
Editor : Ayu Oktaviana