PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya dilaporkan kian parah. Hampir setiap hari, pelanggan harus menghadapi mati lampu dengan durasi sekitar 4 jam.
Kondisi ini diperparah oleh kebijakan PLN yang dinilai lambat dalam memberikan informasi. Pihak PLN kerap mengumumkan jadwal pemadaman hanya beberapa jam sebelum aliran listrik diputus, sehingga warga tidak memiliki waktu untuk bersiap-siap.
Selain masalah waktu, saluran komunikasi yang digunakan PLN juga menuai kritik.
Pengumuman yang hanya disebarkan melalui Saluran WhatsApp (WhatsApp Channels) dinilai membatasi akses informasi. Hanya pelanggan yang memiliki tautan resmi saluran tersebut yang bisa memantau jadwal.
Warga mendesak agar PLN menggunakan media yang lebih terbuka dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Warga Protes Pengumuman Jadwal yang "Mendadak"
Keluhan ini salah satunya disuarakan oleh kelompok ibu rumah tangga. Mereka mengaku bisa memaklumi adanya pemeliharaan atau perbaikan mesin yang memicu pemadaman bergilir. Namun, yang mereka sesalkan adalah sistem pengumuman yang dinilai sangat mendadak.
"Sebenarnya kami bisa memahami jika sedang ada perbaikan. Namun, pemadaman tersebut sebaiknya diinformasikan sehari atau dua hari sebelumnya agar masyarakat bisa bersiap-siap," ujar Qanita Tajudin, warga yang tinggal di Jalan Thamrin, Palangka Raya.
Qanita menambahkan, tidak jarang informasi pemadaman baru disebarkan ketika listrik sudah telanjur padam. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat, terutama pelaku UMKM.
"Kasihan sekali masyarakat yang punya usaha. Dampaknya besar, bisa merusak bahan baku dan kerugian lainnya," lanjutnya.
Senada dengan Qanita, seorang warga bernama Eni juga meluapkan kekesalannya di sebuah grup WhatsApp. Ia menceritakan nasib pelaku usaha kue di Jalan Kalibata, Palangka Raya, yang terdampak langsung.
"Padahal mikser dan bahan-bahan sudah siap. Di jadwal tertulis mati listrik jam 08.00, tetapi jam 07.00 sudah mati lampu. PLN tidak konsisten," keluh Eni.
Menurut Qanita, sebagai perusahaan besar, PLN seharusnya memiliki manajemen kerja yang lebih profesional dan terstruktur.
"Setiap bagian kan punya tugas masing-masing. Bagian teknis melakukan perbaikan, sedangkan bagian media sosial fokus mengumumkan jadwal pemadaman secara berkala dan cepat," cetusnya.
Bukti Lapangan: Pengumuman Hanya Berjarak 6 Menit Sebelum Padam
Berdasarkan pantauan di Saluran WhatsApp resmi PLN Palangka Raya Barat pada Rabu (3/7/2026) hingga pukul 13.00 WIB, terdapat dua jadwal pemadaman yang dirilis secara mendadak:
- Jadwal pemadaman pukul 12.30 – 17.00 WIB, baru diunggah pada pukul 11.34 WIB.
- Jadwal pemadaman pukul 17.00 – 21.30 WIB, diunggah pada pukul 11.36 WIB.
Kondisi di Saluran WhatsApp PLN ULP Palangka Raya Timur justru lebih memprihatinkan. Pada hari yang sama, pihak PLN merilis empat jadwal pemadaman dengan rentang waktu yang sangat mepet:
- Pemadaman pukul 08.00 – 12.00 WIB baru diumumkan pukul 07.54 WIB (hanya 6 menit sebelum listrik padam).
- Jadwal tersebut kemudian direvisi menjadi pukul 08.00 – 12.30 WIB, namun baru diunggah pada pukul 08.57 WIB.
- Jadwal pemadaman pukul 12.30 – 17.00 WIB diunggah pukul 10.30 WIB.
- Jadwal pemadaman pukul 12.30 – 17.00 WIB untuk lokasi berbeda diumumkan pukul 10.31 WIB.
Sementara itu, untuk jadwal pemadaman pada malam hari, terpantau belum ada pemberitahuan atau pembaruan informasi apa pun dari pihak PLN hingga pukul 13.00 WIB. (sma)
Editor : Ayu Oktaviana