PALANGKA RAYA-Masyarakat di kawasan DAS Barito masih meng-hadapi keterbatasan akses layanan kesehatan lanjutan. Banyak pasien harus dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, meski terkendala jarak dan kapasitas layanan.
Melihat kondisi tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, mendorong pembangu-nan rumah sakit rujukan tipe B di wilayah Barito.
Baca Juga: RS Tipe A Tangkiling Disiapkan Jadi Rujukan Penyakit Infeksi
“Di wilayah DAS Barito itu, kita harapkan ada rumah sakit tipe B sebagai fasilitas rujukan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kalimantan Tengah yang luas men-jadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan kesehatan. Akibat keterbatasan fasilitas rumah sakit rujukan di kawasan DAS Barito, masyarakat sering kali harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih lengkap.
“Pelayanan kesehatan di sana masih sangat terbatas, fasilitas rumah sakitnya juga belum me-madai. Kalau dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus pun sering ter-kendala, selain jaraknya jauh juga karena keterbatasan ruang perawatan,” katanya.
Menurut Purdiono, pembangunan rumah sakit tipe B di kawasan DAS Barito tidak hanya akan mem-percepat penanganan pasien, tetapi juga mampu mengurangi beban pelayanan di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya yang selama ini menjadi rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Jalan Nasional DAS Barito Rusak Parah, DPRD Kalteng Pertanyakan Kinerja Balai Jalan Nasional
“Keberadaan rumah sakit tipe B di wilayah DAS Barito dapat men-jadi solusi untuk mempercepat pelayanan sekaligus mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerataan layanan kesehatan harus menjadi prioritas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk yang berada di kawasan pedalaman dan daerah aliran sungai, menurutnya berhak memperoleh akses pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap rencana tersebut, lanjut Purdiono, Pemerintah Kabupaten Barito Timur telah menunjukkan kesiapan dengan menyediakan lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan rumah sakit rujukan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai komitmen daerah dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca Juga: Pemerataan Dokter Spesialis di Kalteng Masih Jauh dari Ideal, 6 Rumah Sakit Belum Lengkap
“Barito Timur sudah menyiap-kan lahan. Kalau memang ada keterbatasan anggaran, kita berharap ini bisa menjadi perhatian pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa kemampuan fiskal daerah saat ini masih menjadi tantangan dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur kesehatan berskala besar. Ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat membuat ruang fiskal pemerintah daerah masih cukup terbatas.
“Kondisi fiskal kita masih bergantung pada transfer pusat. Jika dana itu berkurang, tentu ruang fiskal daerah juga ikut terbatas,” tuturnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana