Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

PKKMB Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Diikuti 884 Mahasiswa Baru

Kamila • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:30 WIB
Jajaran Sivitas Akademika Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Palangka Raya foto bersama 884 mahasiswa baru saat pembukaan Kegiatan PKKMB di Auditorium Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Selasa (14/7/2026). Kamila/kaltengpos.jawapos.com
Jajaran Sivitas Akademika Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Palangka Raya foto bersama 884 mahasiswa baru saat pembukaan Kegiatan PKKMB di Auditorium Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Selasa (14/7/2026). Kamila/kaltengpos.jawapos.com

PALANGKA RAYA - Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Palangka Raya menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang diikuti sebanyak 884 mahasiswa baru dari berbagai jurusan. 

Kegiatan digelar selama tiga hari, dari 14-16 Juli 2026 di Auditorium Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Momentum tersebut dimanfaatkan kampus untuk menanamkan nilai integritas, kemandirian dan semangat berprestasi kepada para mahasiswa baru. 

Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes diwakili oleh Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Alfeus Manuntung, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru tahun ini menjadi salah satu capaian membanggakan bagi kampus. 

Ia menilai kepercayaan masyarakat terhadap Poltekkes Kemenkes Palangka Raya terus meningkat, terlihat dari mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat.

“Mulai hari ini saudara secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar sivitas akademika Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Kehadiran saudara sekalian merupakan suatu kebanggaan bagi kami semua,” ujarnya saat memberikan sambutan saat pembukaan PKKMB, Selasa (14/7).

Alfeus mengatakan, Poltekkes Kemenkes juga memiliki program bagi mahasiswa untuk bekerja di dunia kesehatan tidak hanya di dalam negeri namun juga berkesempatan untuk menjadi tenaga kesehatan di luar negeri seperti alumni sebelumnya yang bekerja di Jepang. 

Ia menekankan bahwa peluang karir ini bisa dicapai oleh mahasiswa dengan belajar bukan saja di kesehatan namun dari segi bahasa sebagai penunjang. 

“Poltekkes Kemenkes juga bekerja sama dengan kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam menunjang karir bagi lulusan Poltekkes yang ingin bekerja sebagai tenaga kesehatan di luar negeri contohnya negara Jepang seperti alumni kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan kampus, melainkan menjadi langkah awal dalam membentuk karakter, pola pikir, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan. 
Tahun ini, PKKMB mengusung tema Berintegritas Membentuk Mahasiswa Kesehatan yang Mandiri dan Inovatif, Berintegritas dalam Karakter, Terdepan dalam Prestasi, serta Siap Bersaing di Kancah Dunia.

“Sebagai calon tenaga kesehatan, saudara tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan tetapi juga harus memiliki integritas, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa profesi tenaga kesehatan akan bersentuhan langsung dengan keselamatan, kesehatan, serta kerahasiaan pasien. Karena itu, mahasiswa diminta membiasakan diri bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menghormati dosen, tenaga kependidikan, sesama mahasiswa, hingga masyarakat. 
Alfeus menuturkan integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap tenaga kesehatan profesional.

Selain integritas, Alfeus juga mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan, termasuk digitalisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). 

Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, literasi digital, penguasaan bahasa asing, serta berpartisipasi dalam penelitian, kompetisi, organisasi kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Prestasi yang tinggi harus tetap disertai dengan karakter yang baik. Kecerdasan tanpa integritas akan kehilangan makna. Sebaliknya, integritas yang disertai kompetensi akan melahirkan tenaga kesehatan yang profesional dan dapat dipercaya,” pungkasnya.(afa)

Editor : Ayu Oktaviana
pkkmb tenaga kesehatan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya