PALANGKA RAYA – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kalimantan Tengah terus mendorong lahirnya inovasi daerah yang memiliki nilai ekonomi dan perlindungan hukum. Salah satunya melalui Sosialisasi Kekayaan Intelektual bertema "Penelusuran Paten untuk Mendorong Inovasi dan Daya Saing Daerah" yang digelar di Aula Mentaya Kanwil Kemenkum Kalteng, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Tengah, BAPPERIDA Kota Palangka Raya, pimpinan perguruan tinggi, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dosen, peneliti, inventor, hingga guru bidang sains.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalteng, Joko Martanto, selaku ketua panitia, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penelusuran paten sebagai langkah awal dalam menghasilkan invensi yang benar-benar baru, bernilai ekonomi, dan berpeluang memperoleh perlindungan hukum.
"Penelusuran paten menjadi tahapan penting agar hasil penelitian memiliki unsur kebaruan sekaligus menghindari kesamaan dengan invensi yang telah ada," ujarnya.
Paten Jadi Kunci Hilirisasi Hasil Riset
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Tengah Hajrianor, yang menegaskan bahwa paten merupakan instrumen penting dalam mengubah hasil penelitian menjadi inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Potensi tersebut harus didukung dengan perlindungan kekayaan intelektual agar hasil riset tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi.
"Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Potensi tersebut harus didukung dengan pelindungan kekayaan intelektual agar setiap hasil riset tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi berkembang menjadi inovasi yang bernilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Hajrianor.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan para inventor untuk membangun ekosistem inovasi yang mampu meningkatkan daya saing daerah.
Hadirkan Praktisi dan Pemeriksa Paten
Dalam sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan pembekalan dari Koordinator Pusat Jurnal dan HKI LPPM Universitas Palangka Raya, Hastin Ernawati Nur Chusnul Chotimah, yang menjelaskan pentingnya paten sebagai strategi pengembangan riset di perguruan tinggi agar hasil penelitian tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga dapat dikomersialisasikan.
Selanjutnya, Kepala Bidang Riset dan Inovasi BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Tengah, Endy, memaparkan peran pemerintah daerah dalam membangun ekosistem riset berbasis kekayaan intelektual melalui kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan daya saing daerah.
Sementara itu, Pemeriksa Paten Utama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Johani Siregar, memberikan pembekalan teknis mengenai metode penelusuran paten pada basis data nasional maupun internasional. Materi tersebut membantu peserta memahami cara memastikan unsur kebaruan suatu invensi sekaligus menyusun dokumen permohonan paten yang memenuhi persyaratan substantif.
Tingkatkan Kesadaran Perlindungan Kekayaan Intelektual
Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Kalteng, Laila Rahmawati, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sejak proses penelitian dimulai.
"Kami ingin semakin banyak hasil riset dari Kalimantan Tengah yang bertransformasi menjadi paten. Penelusuran paten sejak awal akan meningkatkan kualitas invensi sekaligus memperbesar peluang memperoleh pelindungan hukum dan nilai tambah bagi para inventor maupun daerah," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Tengah berharap semakin banyak inovasi yang lahir dari daerah memperoleh perlindungan paten, mendorong hilirisasi hasil riset, serta memperkuat daya saing Kalimantan Tengah di tingkat nasional maupun internasional.(*)
Editor : Ayu Oktaviana