Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Polisi Keamanan Sekolah Jadi Garda Depan Cegah Bullying dan Narkoba di Sekolah

Novia • Jumat, 17 Juli 2026 | 14:29 WIB
Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya bersama Kadisdik Kalteng dan Kanwil Kemenag Kalteng menunjukkan dokumen perjanjian kerja sama Program PKS.(Humas)
Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya bersama Kadisdik Kalteng dan Kanwil Kemenag Kalteng menunjukkan dokumen perjanjian kerja sama Program PKS.(Humas)

PALANGKA RAYA – Polda Kalteng tidak hanya berupaya menciptakan keamanan melalui aparat kepolisian, tetapi juga mulai membangun budaya tertib dari lingkungan sekolah.

Sebanyak 475 pelajar SMA dan SMK di Kalteng kini telah bergabung dalam Program Polisi Keamanan Sekolah (PKS), sebuah program pembinaan yang bertujuan mencetak pelajar berkarakter sekaligus menjadi pelopor keamanan, ketertiban, dan pencegahan berbagai persoalan di lingkungan sekolah.

Program tersebut diperkuat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Polda Kalteng, Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Ditlantas Petakan Tiga Ruas Paling Rawan di Kalteng, Angka Kecelakaan Naik 14 Persen

Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, mengatakan Program PKS dirancang untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. 

Tidak hanya menjaga disiplin, para siswa juga dipersiapkan untuk membantu sekolah dalam mencegah berbagai persoalan yang kerap terjadi di kalangan remaja.

"Program ini bertujuan agar para siswa mampu menjadi polisi bagi dirinya sendiri, menjadi pelopor keamanan di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi kepanjangan tangan pihak sekolah dalam menjembatani berbagai persoalan yang terjadi di kalangan pelajar," ujarnya.

Yusep menjelaskan, sasaran program meliputi siswa kelas X, XI, dan XII pada jenjang SMA maupun SMK di seluruh Kalteng.

Baca Juga: Potret Pendidikan: Warga Bangun Sekolah Sendiri agar Anak-anak Tak Kehilangan Kesempatan Belajar

Meski Direktorat Lalu Lintas menjadi leading sector, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas.

Peserta PKS akan mendapatkan pembinaan dari berbagai fungsi kepolisian, mulai dari lalu lintas, Sabhara hingga Reserse.

Materi yang diberikan mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan perundungan (bullying), kejahatan siber (cyber crime), pemahaman hukum, pembentukan karakter, hingga praktik lapangan seperti patroli dan pengaturan lalu lintas.

"Ini bukan hanya soal lalu lintas. Kami ingin membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya," katanya.

Program tersebut sebenarnya telah berjalan sejak awal 2026. Namun, pelaksanaannya masih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sekolah-sekolah perwakilan di setiap kabupaten dan kota.

Menurut Yusep, hingga saat ini tercatat 475 pelajar telah tergabung dalam PKS. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan seiring penyempurnaan konsep pelaksanaan bersama Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama.

Ia menjelaskan, idealnya setiap sekolah memiliki anggota PKS yang mewakili seluruh jenjang kelas, yakni kelas X, XI, dan XII. Jumlahnya akan disesuaikan dengan banyaknya rombongan belajar di masing-masing sekolah.

"Kami masih terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan konsep bersama Dinas Pendidikan agar program ini bisa diterapkan lebih luas di seluruh sekolah di Kalimantan Tengah," jelasnya.

Berbeda dengan kegiatan ekstrakurikuler pada umumnya, PKS diharapkan menjadi bagian yang terintegrasi dengan organisasi siswa di sekolah.

Baca Juga: Dirlantas Polda Kalteng Jawab Keluhan Warga: STNK dan TNKB Langsung Dicetak Setelah Persyaratan Lengkap

Meski demikian, penerapannya tetap disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah. Beberapa sekolah bahkan telah menggabungkannya dengan kegiatan ekstrakurikuler.

"Kami membina dan melatih mereka. Setelah itu, sekolah yang akan memberdayakan para siswa ini untuk menjadi pelopor keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Polda Kalteng masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama menjangkau seluruh sekolah di wilayah Kalteng yang memiliki cakupan geografis sangat luas. Selain itu, dukungan sarana dan prasarana berupa atribut identitas anggota PKS juga masih akan dipenuhi secara bertahap.

Meski demikian, Yusep optimistis program tersebut akan berkembang dan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di Kalteng.

Ia berharap semakin banyak pelajar bergabung dalam PKS sehingga lahir generasi muda yang tidak hanya disiplin dan bertanggung jawab, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai hukum, bahaya narkoba, kejahatan siber, serta mampu mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

"PKS pada dasarnya merupakan wadah pembentukan karakter, sebagaimana Pramuka maupun PMR. Harapannya, semakin banyak siswa yang bergabung, semakin kuat pula budaya disiplin, kepedulian, dan keamanan yang tumbuh di lingkungan sekolah," pungkasnya.(*)

Editor : Agus Pramono
polisi keamanan sekolah cegah bullying narkoba di sekolah ditlantas Polda kalteng