Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ratusan Hektare Lahan di Kalteng Terdampak Karhutla, Bencana Kabut Asap di Depan Mata

Dea Umilati • Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:45 WIB
Seiring karhutla semakin massif, berpotensi terjadi kabut asap di Kalteng.(Ilustrasi)
Seiring karhutla semakin massif, berpotensi terjadi kabut asap di Kalteng.(Ilustrasi)

 

PALANGKA RAYA-Ancaman asap yang setiap musim kemarau menjadi momok Kalteng mulai menunjukkan tanda-tanda akan kembali. 

Lonjakan titik panas dan kebakaran lahan gambut sepanjang Juli menjadi peringatan dini bahwa ancaman tersebut bukan lagi sekadar potensi. 

Meski belum sebesar bencana pada tahun-tahun ekstrem, sejumlah titik api masih sulit dipadamkan dan terus mengeluarkan asap.

Memasuki pertengahan Juli 2026, tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan peningkatan seiring semakin keringnya kondisi cuaca.

Baca Juga: Kapolda Kalteng Turun ke Lokasi Karhutla di Tumbang Nusa, Instruksikan Satgas Perkuat Pemadaman

Meski skala kebakaran belum sebesar tahun-tahun ekstrem, sejumlah titik api di lahan gambut masih bertahan selama berhari-hari dan membutuhkan penanganan intensif melalui jalur darat hingga operasi water bombing.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, hingga Kamis (16/7/2026), telah terjadi 487 kejadian karhutla di seluruh wilayah Kalteng dengan total luas lahan terbakar mencapai 719,04 hektare.

Selama periode 1 Januari hingga 16 Juli 2026, satelit juga mendeteksi 2.600 titik hotspot yang tersebar di 14 kabupaten/kota.

Dalam laporan harian BPBD, pada Kamis (16/7/2026) saja tercatat 66 hotspot, 13 kejadian karhutla, dan 22,07 hektare lahan terbakar.

 Sebanyak 238 personel gabungan diterjunkan dalam penanganan karhutla dengan dukungan empat unit helikopter untuk patroli udara dan water bombing.

Kalaksa BPBD-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan, peningkatan aktivitas karhutla pada Juli menjadi perhatian serius karena sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dipadamkan.

“Saat ini kondisi masih dapat dikendalikan, namun kami terus meningkatkan kewaspadaan karena beberapa lokasi masih berasap. Kebakaran di lahan gambut memang berbeda dengan lahan mineral, api dapat menjalar di bawah permukaan sehingga meskipun terlihat padam, bara masih bisa muncul kembali,” ujar Toyib, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan perkembangan di lapangan, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi dua wilayah yang saat ini memerlukan penanganan paling intensif.

Di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, kebakaran yang mulai terjadi sejak 2 Juli 2026 hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 41,5 hektare dengan jenis tanah berupa gambut.

Memasuki hari ke-15 pemadaman, tim gabungan yang terdiri atas BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Manggala Agni, Dinas Kehutanan Provinsi, KPHP Kahayan Hilir, TNI, Polri, serta unsur lainnya masih melakukan pembasahan dan pendinginan di lokasi.

Baca Juga: Karhutla Kotim Kian Meluas, Yang Lama Belum Padam, Titik Api Baru Bermunculan

Untuk mempercepat proses pemadaman, Satgas Udara BNPB mengerahkan helikopter EH-60A milik PT Garuda Persada Internasional. Pada operasi Kamis (16/7/2026), helikopter tersebut melaksanakan dua sortie.

Pada sortie pertama di kawasan Tumbang Nusa dilakukan 79 kali water bombing dengan total 316 ribu liter air. Sementara sortie kedua dilakukan di wilayah Bahaur Hilir, Kecamatan Kahayan Kuala, dengan 24 kali water bombing atau sekitar 96 ribu liter air.

Meski telah dilakukan penyiraman dari udara, hasil patroli menunjukkan sejumlah titik masih mengeluarkan asap.

“Operasi water bombing terus dilakukan karena hasil pemantauan menunjukkan hotspot masih berasap. Upaya ini untuk mempercepat pendinginan sehingga api tidak kembali membesar,” katanya.

Selain Pulang Pisau, perkembangan karhutla juga cukup signifikan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam satu hari terakhir terdapat empat kejadian kebakaran yang sebagian besar berada di wilayah Baamang Hulu dan Mentaya Hilir Utara.

Kebakaran terbesar terjadi di Jalan Ir Soekarno (Lingkar Utara), Desa Baamang Hulu, dengan luas sekitar 5 hektare. Api membakar lahan gambut yang ditumbuhi vegetasi kebun sawit dan hingga Kamis sore masih belum berhasil dipadamkan.

Di lokasi lain, yakni Jalan Poros Trans-Ramban, Desa Bagendang Tengah, kebakaran seluas sekitar 3 hektare berhasil dipadamkan oleh tim BPBD Kotawaringin Timur bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), Polsek Sei Sampit, Koramil Mentaya Hilir Utara, dan masyarakat.

Sementara itu, dua titik kebakaran lainnya di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 9 dan Kilometer 13 masih menyisakan asap. Kedua lokasi tersebut berada di lahan gambut dengan vegetasi semak belukar, galam, dan pakis.

Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah daerah lain. Di Kotawaringin Barat, kebakaran masih terjadi di Desa Kohil dan Desa Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama. Kedua lokasi berada di kawasan gambut, bahkan salah satunya merupakan gambut dalam, sehingga api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Baca Juga: Polres Kotim Memasang Police Line di Sejumlah Titik Karhutla

Sementara itu, kebakaran di Kelurahan Madurejo dan Kecamatan Pangkalan Banteng telah berhasil dipadamkan setelah dilakukan penanganan oleh BPBD, Manggala Agni, Tagana, Polsek, dan Masyarakat Peduli Api.

Di Kota Palangka Raya, petugas juga menangani tiga kejadian karhutla di kawasan Bukit Tunggal dan Kereng Bangkirai. Ketiga kejadian berhasil dipadamkan dengan luas kebakaran berkisar antara 0,11 hingga 0,30 hektare.

Kejadian karhutla lainnya juga dilaporkan di Gunung Mas seluas 1,12 hektare, Barito Utara seluas 1,29 hektare, Murung Raya sekitar 1,2 hektare, dan Seruyan sekitar 1,7 hektare. Seluruh kejadian tersebut berhasil dipadamkan setelah mendapat penanganan dari BPBD kabupaten, Manggala Agni, aparat keamanan, serta masyarakat.

Berdasarkan data akumulasi BPBD hingga pertengahan Juli, Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 374 titik, disusul Katingan 342 titik, Kapuas 339 titik, Lamandau 334 titik, dan Gunung Mas 232 titik.

Jika dilihat dari jumlah kejadian karhutla, Palangka Raya tercatat paling tinggi dengan 182 kejadian, diikuti Kotawaringin Timur 84 kejadian, Barito Utara 58 kejadian, Kotawaringin Barat 43 kejadian, Sukamara 30 kejadian, serta Gunung Mas 20 kejadian.

Sementara berdasarkan luas lahan terbakar, Kotawaringin Timur menempati urutan pertama dengan 173,30 hektare, disusul Sukamara 130,15 hektare, Palangka Raya 102,54 hektare, Kotawaringin Barat 89,27 hektare, Pulang Pisau 60,94 hektare, dan Barito Utara 52,99 hektare.

Data grafik BPBD juga memperlihatkan bahwa bulan Juli menjadi periode dengan peningkatan paling tajam. Hingga pertengahan bulan, telah tercatat 585 hotspot, 153 kejadian karhutla, dan 245,19 hektare lahan terbakar.

Angka tersebut jauh melampaui Mei yang hanya mencatat 121 hotspot dengan 27 kejadian, maupun Juni sebanyak 267 hotspot dengan 28 kejadian.

Baca Juga: Juli Menjadi Bulan Terparah Karhutla di Kotim, Hotspot Tembus 115 Titik

Selain pemadaman di darat, Satgas Udara BNPB juga terus melakukan patroli menggunakan helikopter Bell 206-L3 dan pesawat Grand Caravan.

Hasil pemantauan udara pada Kamis (16/7/2026) menemukan beberapa titik yang masih mengeluarkan asap di wilayah Jabiren, Kahayan Kuala, Jenamas, Kapuas Tengah, Mentaya Hilir Utara, Teluk Sampit, Lamandau, hingga Senaman Mantikei. Beberapa titik bahkan masih terlihat menyala sehingga langsung menjadi sasaran operasi water bombing.

Toyib mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026. 

Status siaga juga telah diberlakukan di Kotawaringin Timur, Kapuas, Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Kota Palangka Raya sebagai langkah mempercepat koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla.(*)

Editor : Agus Pramono
karhutla tumbang nusa data karhutla kalteng kabut asap kalteng siaga darurat karhutla karhutla kalteng