PALANGKA RAYA – Hampir dua tahun setelah dilalap si jago merah yang menghanguskan sebagian besar bangunannya, Gereja Maranatha di Jalan Diponegoro, Palangka Raya, kini perlahan bangkit.
Pembangunan kembali salah satu gereja bersejarah di Kota Palangka Raya itu telah melampaui 50 persen dan ditargetkan rampung pada November 2026, sehingga dapat digunakan untuk perayaan Natal tahun ini.
Baca Juga: Gubernur Kalteng Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja Maranatha
Perkembangan pembangunan tersebut ditinjau langsung oleh Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, Kamis (23/7/2026).
Menurut Teras, pembangunan rumah ibadah tidak cukup hanya mengejar penyelesaian tepat waktu. Aspek kualitas material, penataan interior, hingga sistem pemeliharaan harus dipikirkan sejak awal.
“Material ini kelihatannya sederhana, tetapi perlu pemeliharaan. Begitu juga lampu. Saya selalu berpikir, begitu kita membangun, saat itu juga harus memikirkan bagaimana pemeliharaannya nanti,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Teras juga memberi perhatian terhadap konsep interior gereja, terutama pemilihan warna. Ia mengingatkan agar warna bangunan tetap selaras dengan karakter rumah ibadah sehingga menghadirkan suasana yang agung dan nyaman bagi jemaat.
Disisi lain, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang, mengatakan hadirnya Teras Narang merupakan kunjungan secara resmi sebagai pembina pembangunan gereja.
Baca Juga: Gereja Maranatha Jadi Simbol Sejarah dan Toleransi Umat di Sampit
Menurutnya, berbagai masukan yang diberikan menjadi perhatian panitia agar bangunan yang sedang dikerjakan benar-benar memenuhi harapan jemaat.
Ia menjelaskan, hingga kini progres pembangunan telah mencapai lebih dari 50 persen dan seluruh pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal.
“Sesuai target, November selesai sehingga Natal nanti mudah-mudahan sudah bisa digunakan untuk beribadah,” ujarnya.
Rawing menyampaikan, pembangunan kembali Gereja Maranatha sepenuhnya mendapat dukungan Pemprov Kalteng melalui APBD. Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran atas dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut.
“Kami berharap gereja ini menjadi tempat ibadah yang nyaman, menjadi tempat pembinaan, dan menjadi kebanggaan masyarakat Palangka Raya maupun Kalteng,” katanya.
Gereja yang nantinya mampu menampung sekitar 600 hingga 800 jemaat itu juga dipersiapkan agar memiliki daya tahan bangunan yang panjang. Berdasarkan penjelasan konsultan, konstruksi gereja diproyeksikan mampu bertahan hingga sekitar 100 tahun apabila didukung pemeliharaan yang baik.
Karena itu, Rawing menilai perhatian terhadap perawatan bangunan harus mulai dipersiapkan sejak sekarang. Menurutnya, panitia maupun jemaat perlu memiliki komitmen untuk menjaga bangunan agar tetap layak digunakan dalam jangka panjang.(*)
Editor : Ayu Oktaviana