Inilah Spesifikasi dan Fungsi Huma Betang Terbesar di Dunia yang Dibangun di Palangka Raya 

rifqi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:00 WIB
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran sambil memegang Mandau disaksikan forkopimda saat prosesi peletakan tiang pancang pembangunan Huma Betang.(Arief Prathama/Kalteng Pos)
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran sambil memegang Mandau disaksikan forkopimda saat prosesi peletakan tiang pancang pembangunan Huma Betang.(Arief Prathama/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi memulai pembangunan Huma Betang yang dirancang menjadi salah satu ikon budaya terbesar di dunia. Proyek senilai Rp130 miliar tersebut ditandai dengan prosesi peletakan tiang pancang di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan, Jalan Imam Bonjol, kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).

Huma Betang yang dibangun di atas lahan sekitar 5 hektare ini dirancang memiliki luas bangunan mencapai kurang lebih 4.000 meter persegi dengan kapasitas hingga 7.000–8.000 orang.

Baca Juga: Gubernur Agustiar Sabran Awali Pembangunan Huma Betang Terbesar Dengan Gelontorkan Rp130 Miliar

Tak hanya berukuran besar, bangunan yang menjadi gagasan Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran tersebut juga mengusung konsep arsitektur tradisional Dayak dengan penggunaan kayu ulin sebagai material utama.

Sekitar 80 persen material bangunan Huma Betang nantinya menggunakan kayu ulin. Material tersebut dipilih karena dikenal memiliki karakter kuat dan daya tahan tinggi sehingga diharapkan mampu bertahan hingga berabad-abad.

“Huma Betang ini dibangun menggunakan kayu ulin, sehingga nantinya akan kuat hingga berabad-abad. Hampir 80 persen materialnya menggunakan kayu ulin, meskipun saat ini kayu ulin sudah cukup sulit didapat,” jelas Agustiar.


TENTANG HUMA BETANG YANG DIBANGUN PEMPROV 

Lokasi                    : Eks Kantor Dinas Kehutanan, Jalan Imam Bonjol, Bundaran Besar, Kota Palangka Raya
Nilai Proyek        : Rp130 Miliar
Sumber Dana     : APBD Provinsi Kalimantan Tengah
Pengerjaan         : Dikerjakan secara bertahap selama dua tahun
Target Pembangunan
2026                       : Dimulai (alokasi sekitar Rp36 miliar)
2027                       : Ditargetkan selesai
Awal 2028            : Mulai difungsikan

Spesifikasi Bangunan
Luas kawasan    : ±5 hektare
Luas bangunan : ±4.000 m²
Kapasitas             : 7.000–8.000 orang
Material utama : ±80 persen kayu ulin

Fungsi Huma Betang
• Pusat pelestarian budaya Dayak
• Museum dan galeri budaya
• Destinasi wisata baru Kalimantan Tengah
• Pusat kuliner dan produk herbal khas Dayak
• Lokasi festival budaya nasional dan internasional
• Tempat pertemuan masyarakat Dayak dunia
Filosofi
• Kebersamaan
• Toleransi
• Gotong royong
• Persatuan
• Keberagaman

Pembangunan Huma Betang menggunakan sumber dana dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp130 miliar. Pengerjaan dilakukan secara bertahap selama dua tahun.

Pada tahun 2026, Pemprov Kalteng mengalokasikan anggaran sekitar Rp36 miliar untuk memulai pembangunan. Selanjutnya, pembangunan ditargetkan dilanjutkan dan diselesaikan pada 2027, sehingga Huma Betang diharapkan mulai dapat difungsikan pada 2027 hingga awal 2028.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
arsitektur tradisional dayak Huma Betang budaya Dayak