Ini Penyebab Pemadaman Bergilir di Kalteng, PLN Ungkap Gangguan Sejumlah Pembangkit

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi pemadaman listrik
Ilustrasi pemadaman listrik

PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena pemadaman berlangsung cukup lama, bahkan di sejumlah wilayah dilaporkan mencapai lebih dari enam jam.

Pemadaman bergilir ini bukan kali pertama terjadi. Gangguan serupa sebelumnya juga terjadi pada Juni 2026. Pada 11 Juli 2026, PT PLN (Persero) sempat menyatakan pemadaman bergilir telah berakhir. Namun, belum genap dua pekan setelah pernyataan tersebut disampaikan, pemadaman kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.

PLN mengungkapkan, kondisi tersebut dipicu menurunnya kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan. Penurunan pasokan terjadi akibat gangguan pada sejumlah pembangkit listrik yang berdampak terhadap pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalteng.

Baca Juga: Bareskrim Polri Bidik Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLN yang Mengakibatkan Pemadaman

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijono, menjelaskan salah satu gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam. Selain itu, terdapat kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP).

“Saat ini telah terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang disebabkan oleh gangguan generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujar Iwan dalam holding statement, Senin (27/7/2026).

Akibat keterbatasan pasokan tersebut, PLN terpaksa menerapkan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah. Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus kestabilan sistem kelistrikan selama proses pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan.

“Untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur pada wilayah tertentu selama proses pemulihan berlangsung,” katanya.

PLN memastikan seluruh personel dan sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan. Perusahaan juga menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan pemulihan melalui kanal komunikasi resminya.

“PLN bersama seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat upaya pemulihan dengan mengerahkan personel dan sumber daya terbaik agar unit pembangkit yang mengalami gangguan dapat segera kembali beroperasi,” jelas Iwan.

Di tengah proses pemulihan, PLN mengimbau masyarakat di Kalimantan Selatan dan Kalteng untuk menggunakan listrik secara bijak, khususnya saat periode beban puncak pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA atau 17.00 hingga 20.00 WIB.

Masyarakat juga diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta menggunakan peralatan yang lebih hemat energi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan beban sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.

“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengucapkan terima kasih atas pengertian, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. PLN berkomitmen untuk terus melakukan upaya terbaik agar pasokan listrik dapat segera kembali optimal,” tutup Iwan.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
pltu asam-asam pln pemadaman listrik