Peternak Ayam Merugi, PLN UP3 Palangka Raya Pastikan Keluhan Pemadaman Bergilir Disampaikan ke Manajemen

rifqi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:30 WIB
Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya saat memberikan steatmen kepada massa.(Agus Pramono/Kaltengpos.jawapos.com)
Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya saat memberikan steatmen kepada massa.(Agus Pramono/Kaltengpos.jawapos.com)

 

PALANGKA RAYA – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga dan peternak ayam dalam aksi unjuk rasa di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, 28 dan 29 Juli 2026 akan diteruskan kepada General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

Aksi massa tersebut digelar sebagai bentuk protes masyarakat terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan warga, terutama peternak ayam dan pelaku UMKM.

Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya, mengatakan pihaknya memahami aspirasi yang disampaikan massa aksi. Namun, keputusan yang berkaitan dengan tuntutan demonstran berada di tingkat manajemen PLN UID Kalselteng.

Baca Juga: Pulih Dua Hari Lebih Cepat, Pembangkit IPP Tabalong Kembali Perkuat Sistem Kelistrikan Kalselteng

“Kami kan dibagi berdasarkan wilayah. Untuk General Manager berkedudukan di Banjarbaru. Tentunya aspirasi teman-teman yang hadir hari ini akan kami sampaikan kepada Pak GM. Nanti kami menunggu arahan dari beliau terkait tindak lanjutnya seperti apa. Yang jelas, aspirasi yang disampaikan hari ini kami pastikan sampai ke pimpinan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gian juga menjelaskan penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalimantan Tengah sejak 22 Juli 2026. Menurutnya, gangguan berasal dari kerusakan pada dua pembangkit besar yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan.

Gangguan pertama terjadi di PLTU Asam-Asam akibat kerusakan komponen generator. Sementara itu, pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) mengalami kebocoran pada water boiler, sehingga proses pendinginan tidak dapat berjalan normal.

“Kerusakannya ada di generator PLTU Asam-Asam, sedangkan di PLTU IPP terjadi kebocoran pada water boiler. Perbaikannya memang tidak bisa selesai dalam satu atau dua hari karena ada tahapan teknis yang harus dilalui agar komponen logam tidak mengalami perubahan sifat akibat proses pendinginan yang terlalu cepat,” jelasnya.

Ia menerangkan, sistem kelistrikan Kalimantan menggunakan sistem interkoneksi yang menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Dalam kondisi normal, apabila satu pembangkit mengalami gangguan, pasokan listrik akan dibantu pembangkit lain dalam sistem tersebut.

Namun kali ini, tiga pembangkit besar mengalami gangguan hampir bersamaan sehingga daya yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan beban masyarakat.

“Karena tiga pembangkit besar mengalami gangguan secara beruntun, daya mampu pasok tidak bisa mengimbangi kebutuhan beban masyarakat. Oleh sebab itu kami menerapkan manajemen beban atau pengaturan beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga sistem interkoneksi tetap stabil,” katanya.

Gian mengakui kebijakan tersebut menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah. Meski demikian, PLN berupaya membatasi durasi pemadaman agar tidak berlangsung terlalu lama.

“Secara umum pemadaman berkisar tiga sampai empat jam. Kalau lebih dari itu, biasanya karena beban pada saat jam puncak, yakni sekitar pukul 17.00 sampai 22.00, lebih tinggi dari biasanya,” ujarnya.

Baca Juga: PLN Muara Teweh Beri Jaminan Tertulis, Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir di Barito Utara

Mengenai tuntutan masyarakat terkait kompensasi atas kerugian akibat pemadaman listrik, Gian menjelaskan bahwa mekanisme pemberian kompensasi telah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2 Tahun 2025. PLN, kata dia, akan mengikuti ketentuan yang berlaku berdasarkan hasil evaluasi dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Keluhan Peternak Ayam

Para peternak ayam sendiri melakukan aksi di kantor PLN UP3 Palangka Raya. Mereka membawa bangkai ayam yang sudah mati akibat pemadaman listrik.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah Andi Bustan menyatakan, para peternak mengalami kerugian hingga ratusan juta akibat pemadaman listrik.

Andi menyebut, ada 1.500 ekor ayam mati yang dibawa oleh massa aksi. Ayam itu hanya dalam satu kandang. Belum dari peternak lainnya di kabupaten-kabupaten.

"Kerugian peternak dalam satu kandang, bisa 360 juta. Saat mau panen, malah mati,"ujarnya sambil menunjuk bangkai ayam yang semestinya siap dijual.

Bila kejadian matinya ayam terus terjadi, Andi memprediksi pasokan ayam ke konsumen akan berkurang. Harga ayam hmpit dipastikan akan melonjak naik.

"Kalau begini terus, harga ayam pasti naik,"ujarnya.(*)

Editor : Agus Pramono
peternak ayam rugi demo pln pln peternak ayam pemadaman bergilir