KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan pada Minggu (2/8/2026).
Meski peluang hujan relatif kecil, masyarakat tetap diimbau mewaspadai kondisi udara yang cenderung kering, kabut tipis pada pagi hari di sejumlah wilayah, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring puncak musim kemarau.
Secara umum, suhu udara di Kalimantan Tengah diperkirakan berkisar 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan antara 50 hingga 97 persen.
Kecepatan angin umumnya berada pada kisaran 8–20 kilometer per jam, sehingga masih tergolong aman untuk aktivitas masyarakat, meski kondisi angin dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran lahan.
Di wilayah Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Gunung Mas, Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sukamara, Seruyan, Lamandau, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya hingga Kabupaten Gunung Mas, cuaca diprakirakan didominasi cerah berawan sejak pagi hingga malam. Pada dini hari, sebagian wilayah berpotensi berawan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Kemarau Kotim Diprediksi Agustus-September, Waspada Karhutla
Wilayah pesisir selatan seperti Sampit, Kuala Pembuang, Pangkalan Bun, Sukamara, Kuala Kapuas hingga kawasan Teluk Kumai diprakirakan tetap cerah berawan.
Aktivitas pelayaran maupun nelayan diperkirakan masih dapat berlangsung normal, namun tetap disarankan memantau informasi cuaca terbaru sebelum berlayar.
Sementara itu, daerah bagian utara Kalimantan Tengah meliputi Muara Teweh, Puruk Cahu, Tamiang Layang dan sekitarnya juga diprediksi mengalami cuaca yang relatif stabil dengan dominasi sinar matahari pada siang hari serta kondisi berawan ringan saat malam hingga dini hari.
BMKG mengingatkan bahwa meskipun cuaca cenderung cerah, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, terutama meningkatnya risiko karhutla, berkurangnya ketersediaan air, serta penurunan kualitas udara apabila terjadi kebakaran.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengurangi aktivitas luar ruangan pada siang hari apabila cuaca sangat terik, serta rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui informasi resmi BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu. (*)
Editor : Agus Pramono