Mengkhawatirkan! Kasus ISPA Dampak Karhutla di Kota Palangka Raya Tembus 12 Ribu 

Kamila • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:35 WIB
Seiring karhutla semakin massif, berpotensi terjadi kabut asap di Kalteng.(Ilustrasi)
Seiring karhutla semakin massif, berpotensi terjadi kabut asap dan kasus ISPA di Kalteng.(Ilustrasi)

 

PALANGKA RAYA – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kalteng Pos dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di ibu kota provinsi itu mencapai 12.394 kasus, tertinggi di Kalimantan Tengah.

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dengan menggalakkan penggunaan masker dan mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh di tengah kualitas udara yang terus menurun akibat asap karhutla.

Baca Juga: Kabut Asap di Palangka Raya Makin Pekat, Pemko Siap Tambah Personel Penanganan Karhutla

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan masker gratis ke seluruh puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak usia sekolah, ibu hamil, lanjut usia, dan warga yang datang berobat.

“Masker sudah kami salurkan ke seluruh puskesmas agar bisa segera dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Riduan menyebut penurunan kualitas udara berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, terutama ISPA. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.

“Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Namun apabila harus keluar rumah, gunakan masker dengan benar sebagai perlindungan dari paparan asap,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Palangka Raya Memastikan Puskesmas Harus Siap dan Siaga Terima Pasien Terdampak Kabut Asap

Selain penggunaan masker, masyarakat juga diingatkan menjaga kondisi tubuh tetap prima dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, beristirahat cukup, serta memenuhi kebutuhan vitamin untuk meningkatkan imunitas selama musim kabut asap.

“Saya minta masyarakat tidak mengabaikan gejala awal gangguan saluran pernapasan seperti batuk, pilek, iritasi tenggorokan, maupun sesak napas. Segera periksakan diri agar penanganan medis dapat diberikan sebelum kondisi memburuk,” tegasnya.

Riduan menambahkan, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiagakan seluruh jaringan pelayanan kesehatan, terdiri atas empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu (Pustu), untuk memberikan layanan kepada warga terdampak kabut asap.

Dinas Kesehatan juga terus memantau perkembangan penyakit terkait kabut asap melalui koordinasi intensif dengan seluruh puskesmas.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

Data di atas menunjukkan Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Kalimantan Tengah, disusul Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 12.023 kasus dan Kabupaten Kapuas 9.602 kasus.

Kondisi itu memperlihatkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat semakin mengkhawatirkan dan memerlukan kewaspadaan bersama.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya berharap masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan saat kualitas udara memburuk, terutama menggunakan masker dan membatasi aktivitas luar ruangan, sehingga lonjakan kasus ISPA dapat ditekan selama musim kemarau dan karhutla masih berlangsung.(*)

Editor : Agus Pramono
ispa palangka raya karhutla palangkaraya kabut asap kasus ispa