Sepasang Ular Piton Bersarang di Bawah Lantai Dapur Rumah, Tim BPK Kamboja Evakuasi 70 Butir Telur

Agus Pramono • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:15 WIB
Sepasang ular piton ditemukan di bawah lantai, dan si betina bertelur.(BPK Kamboja)
Sepasang ular piton ditemukan di bawah lantai, dan si betina bertelur.(BPK Kamboja)

PALANGKA RAYA- Warga Jalan Anggrek, kawasan seberang Terminal WA Garra, Palangka Raya, dibuat geger dengan penemuan dua ekor ular piton sepanjang 3,5 meter yang sedang mengerami puluhan telur di bawah lantai dapur sebuah rumah, Kamis (6/8/2026). 

Proses evakuasi yang dilakukan Tim BPK Kamboja berlangsung dramatis karena kedua reptil tersebut sempat memberikan perlawanan.

Ketua Tim BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan, pihaknya menerima laporan langsung dari pemilik rumah setelah tukang bangunan menemukan seekor ular piton saat membongkar lantai keramik dapur yang ternyata berongga.

"Ketika lantai keramik dipecah sekitar dua meter persegi, terlihat seekor ular piton melingkar sedang mengerami sekitar 35 butir telur. Karena khawatir berbahaya, pemilik rumah meminta bantuan Tim BPK Kamboja untuk melakukan evakuasi," ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, tim segera menuju lokasi dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap serta membawa peralatan khusus penangkap ular.

Evakuasi Berlangsung 45 Menit

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses evakuasi. Ular piton berukuran sekitar diameter tubuh 3,5 inci dengan panjang mencapai 3,5 meter itu sempat melawan sehingga proses penangkapan berlangsung sekitar 45 menit sebelum akhirnya berhasil dimasukkan ke dalam karung dan diamankan ke mobil operasional BPK Kamboja.

Sucipto menjelaskan, usai ular pertama berhasil dievakuasi, pemilik rumah bertanya apakah masih ada ular lain di bawah lantai.
Untuk memastikan kondisi benar-benar aman, tim meminta pemilik rumah melanjutkan pembongkaran sisa lantai dapur yang belum dipecahkan.

Ditemukan Ular Kedua dengan 35 Butir Telur

Tak disangka, sekitar 15 menit kemudian, saat pembongkaran dilanjutkan, tim kembali menemukan seekor ular piton lain dengan ukuran hampir sama yang juga sedang mengerami 35 butir telur.

"Ular kedua sempat menghilang saat akan dievakuasi sehingga kami bersama pemilik rumah dan tukang kembali membongkar bagian lantai yang tersisa. Setelah ditemukan, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati," kata Sucipto.

Evakuasi ular kedua berlangsung sekitar 35 menit hingga akhirnya berhasil diamankan bersama seluruh telurnya.

Total 70 Butir Telur Dievakuasi

Secara keseluruhan, Tim BPK Kamboja mengevakuasi dua ekor ular piton sepanjang 3,5 meter beserta 70 butir telur yang masing-masing berukuran hampir sebesar telur angsa dan saling menempel satu sama lain.

Setelah proses evakuasi selesai, kedua ular bersama telur-telurnya dibawa menggunakan mobil operasional BPK Kamboja untuk kemudian dilepasliarkan ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar berhati-hati saat melakukan renovasi rumah, terutama jika terdapat bagian lantai atau bangunan yang berongga.

Jika menemukan satwa liar berbahaya, warga diimbau tidak mengevakuasi sendiri dan segera menghubungi petugas yang berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan aman.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
bpk kamboja ular piton satwa liar