Dukung Pencegahan Stunting, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Edukasi Ibu Balita tetang MTBS 

Ismail • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palangka Raya bersama peserta kegiatan edukasi Pemanfaatan MTBS melalui Pijat Batuk Pilek di Posyandu Harapan Bunda, Kelurahan Kereng Bangkirai.FOTO TIM PKM POLTEKKES PALANGKA RAYA.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palangka Raya bersama peserta kegiatan edukasi Pemanfaatan MTBS melalui Pijat Batuk Pilek di Posyandu Harapan Bunda, Kelurahan Kereng Bangkirai.FOTO TIM PKM POLTEKKES PALANGKA RAYA.

PALANGKA RAYA - Poltekkes Kemenkes Palangka Raya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan program “Edukasi Pemanfaatan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) melalui Pijat Batuk Pilek sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Kereng Bangkirai”,  Selasa (14/7/2026).

Kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada bayi dan balita serta mendukung upaya pencegahan stunting dilaksanakan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dan mahasiswa.

Tim Poltekkes Palangka Raya diketuai oleh Bdn. Titik Istiningsih, SST., M.Keb bersama Bdn. Lola Meyasa, SST., M.Kes, dan Ns. Nita Theresia, S.Kep., M.Kes, dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Diploma III Kebidanan dan Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, yaitu Nandha Fitri Kartika Angraini, Devi Andriani Dian Fadila, Elia Putri Amine, Dilla Aprilia, dan Erfanny. 

Kegiatan ini dihadiri oleh 30  ibu dan balitanya di Posyandu Harapan Bunda di Kelurahan Kereng Bengkirai. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan penanganan awal terhadap batuk dan pilek pada bayi dan balita melalui pendekatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan di rumah.

Batuk dan pilek merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami bayi dan balita sebagai bagian dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Meskipun sebagian besar dapat sembuh dengan perawatan yang tepat, kurangnya pengetahuan orang tua mengenai penanganan yang benar sering kali menyebabkan penggunaan obat yang kurang rasional atau keterlambatan memperoleh pelayanan kesehatan ketika muncul tanda bahaya. 

Edukasi mengenai Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam melakukan deteksi dini, memberikan perawatan yang tepat di rumah, serta mengetahui kapan balita harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kami berharap para ibu tidak hanya memahami cara merawat balita yang mengalami batuk dan pilek, tetapi juga memiliki keterampilan melakukan pijat batuk pilek secara mandiri di rumah sebagai terapi komplementer yang aman,” kata Titik Istiningsih.

Edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri orang tua dalam memberikan perawatan awal kepada anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

Kegiatan berlangsung selama satu hari. Diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai konsep Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), pengenalan gejala ISPA pada bayi dan balita, manfaat terapi komplementer pijat batuk pilek, serta demonstrasi teknik pijat yang dapat dilakukan secara aman di rumah. 

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi, menyampaikan pengalaman, serta mengajukan pertanyaan secara langsung kepada tim pelaksana. Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan pula pemeriksaan antropometri bayi dan balita untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.


Sebagai media edukasi, setiap peserta memperoleh booklet SENADA (Sentuhan Edukatif Atasi Batuk dan Pilek pada Balita) yang disusun oleh tim pengabdian. 

Selain itu, booklet juga dilengkapi dengan QR Code yang terhubung ke video panduan baby massage sehingga peserta dapat mempelajari dan mempraktikkan teknik pemijatan secara mandiri di rumah.

Selain memperoleh booklet SENADA, seluruh peserta juga mendapatkan paket media edukasi dan perlengkapan pijat bayi (baby massage kit) yang berisi handuk, baby oil, minyak telon dan minyak kayu putih yang dapat digunakan untuk mempraktikkan teknik pijat batuk pilek secara mandiri di rumah. 

Pemberian paket tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta dalam menerapkan keterampilan yang telah dipelajari sehingga manfaat edukasi tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi berlanjut dalam praktik sehari-hari di lingkungan keluarga.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Para ibu aktif berdiskusi mengenai keluhan batuk dan pilek yang sering dialami anak, berbagi pengalaman dalam merawat balita di rumah, serta mempraktikkan langsung teknik pijat yang diperagakan oleh tim pengabdi. Suasana pembelajaran yang interaktif menjadikan kegiatan berlangsung komunikatif sehingga materi dapat dipahami dengan lebih baik oleh peserta.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai penanganan batuk dan pilek pada bayi dan balita, manfaat penerapan MTBS, serta pentingnya terapi komplementer berupa pijat batuk pilek sebagai salah satu upaya pendukung pemulihan kesehatan anak. 

Melalui booklet SENADA dan paket perlengkapan pijat bayi yang diberikan, peserta diharapkan dapat mengulang kembali materi edukasi dan menerapkannya secara mandiri di rumah sebagai bentuk perawatan awal yang aman bagi bayi dan balita.

Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru mengenai cara merawat anak yang mengalami batuk dan pilek tanpa bergantung sepenuhnya pada obat-obatan. Menurutnya, booklet SENADA mudah dipahami dan dapat dijadikan panduan ketika melakukan pijat di rumah, sementara paket perlengkapan pijat bayi membantu peserta untuk langsung mempraktikkan teknik yang telah diajarkan. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
pijat bayi manajemen terpadu balita sakit (mtbs) Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Poltekkes Kemenkes