Sinergi Satintelkam Polresta Palangka Raya dan Dewan Tani Merdeka Dorong Buka Lahan Ramah Lingkungan

Agus Pramono • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:59 WIB
Sinergi personel Satintelkam Polresta bersama Dewan Tani Merdeka.
Sinergi personel Satintelkam Polresta bersama Dewan Tani Merdeka.

 

PALANGKA RAYA – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus diperkuat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat, khususnya para petani lokal.

Dalam hal ini, Satintelkam Polresta Palangka Raya berperan mendorong keterlibatan aktif Dewan Tani Merdeka dalam memberikan edukasi mengenai pengelolaan lahan yang ramah lingkungan sekaligus memperkenalkan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat praktik pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla, terutama pada musim kemarau.

Baca Juga: Gapoktan Gema Tani Serukan Jaga Ketahanan Pangan Mulai dari Pekarangan

Karena itu, pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan persuasif dengan memberikan pemahaman dan solusi yang dapat diterapkan masyarakat.

Dewan Tani Merdeka diharapkan dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada para petani mengenai teknik Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), pengelolaan sisa tanaman, pemanfaatan bahan organik, serta metode pengolahan lahan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Melalui edukasi tersebut, petani tidak hanya diarahkan untuk menghindari pembakaran dalam membuka lahan, tetapi juga diberikan pemahaman bahwa terdapat sejumlah alternatif yang dapat memberikan manfaat bagi produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Peran aktif kelompok tani juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama.

Dewan Tani Merdeka dapat menjadi penghubung antara petani, pemerintah, aparat keamanan dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengidentifikasi kendala di lapangan serta mencari solusi pembukaan lahan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Satintelkam Polresta Palangka Raya juga terus mendorong terciptanya komunikasi dan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga: Karhutla di Kalteng Semakin Masif, GAPKI Minta Perusahaan Sawit Siaga 24 Jam dan Bantu Pemadaman

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat deteksi dini terhadap potensi karhutla sekaligus mendorong penyelesaian persoalan di tingkat masyarakat sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

Selain aspek keamanan dan lingkungan, pengelolaan lahan tanpa bakar juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Sisa vegetasi dan limbah pertanian yang sebelumnya dibakar dapat diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan kompos, mulsa maupun kebutuhan pertanian lainnya sehingga memiliki nilai guna dan dapat mendukung kesuburan tanah.

Sinergi antara Satintelkam Polresta Palangka Raya dan Dewan Tani Merdeka tersebut pada akhirnya diharapkan mampu membangun pola pencegahan karhutla yang melibatkan masyarakat secara langsung. 

Petani tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi ditempatkan sebagai bagian penting dari solusi dalam menjaga lahan pertanian dan lingkungan.

Dengan mengedepankan edukasi, pendampingan, koordinasi serta penyediaan solusi alternatif, upaya pencegahan karhutla diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kesadaran masyarakat untuk mengelola lahan secara ramah lingkungan menjadi salah satu kunci dalam menjaga Palangka Raya dan wilayah Kalimantan Tengah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(*)

Editor : Agus Pramono
sosialisasi karhutla pembukaan lahan ramah lingkungan buka lahan tanpa bakar satintelkam polresta