Pasca Gedung Biro Kesra Terbakar, Gubernur Agustiar Sabran Minta Sapras Dievaluasi

rifqi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:45 WIB
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan jajaran melihat langsung Gedung Biro Kesra.(Arief Prathama/Kalteng Pos)
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan jajaran melihat langsung Gedung Biro Kesra.(Arief Prathama/Kalteng Pos)

 

PALANGKA RAYA–Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran menjadikan kebakaran gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalteng sebagai bahan evaluasi, khususnya terkait kesiapan fasilitas hidran di kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (12/8/2026).

Agustiar mengatakan, fasilitas hidran seharusnya dapat difungsikan ketika terjadi kebakaran sehingga membantu proses penanganan api sejak awal.

“Hidrannya tidak jalan. Harusnya kalau hidran jalan, kondisinya bisa berbeda. Ini menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi bagi kita semua,” ujar Agustiar saat meninjau lokasi kebakaran di kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Kantor Gubernur Kalteng Terbakar Dini Hari, Hampir Seluruh Ruangan Biro Kesra Terdampak

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran di lingkungan perkantoran pemerintahan. “Tentunya jadi pembelajaran kita, ya. Kini kita evaluasi, salah satunya,” katanya.

Agustiar menambahkan, titik awal kemunculan api maupun penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang.

“Kami belum tahu pasti. Ada informasi dari petugas jaga, tetapi penyebabnya masih harus menunggu hasil penyelidikan,” ujarnya.

Meski terjadi kebakaran, Agustiar memastikan pelayanan pemerintahan tidak akan terganggu. Aktivitas instansi yang terdampak akan dialihkan sementara ke bangunan lain hingga proses perbaikan gedung selesai dilakukan.

“Pelayanan tetap berjalan, hanya sementara akan beralih tempat sampai proses perbaikan dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Kalteng, Rusansyah, mengatakan untuk saat ini pihaknya belum dapat memastikan besaran kerugian maupun aset apa saja yang terdampak akibat kebakaran tersebut.

“Untuk proses selanjutnya, terkait kerugian ataupun yang lainnya tetap nanti melalui proses-proses yang ada,” ujar Rusansyah.

Ia menjelaskan, hampir seluruh ruangan di gedung tersebut terdampak kebakaran. Di antaranya ruang Kepala Biro, ruang kepala bagian, ruang kepala subbagian hingga ruang kerja para staf.

Menurutnya, saat kondisi di lokasi masih dalam proses penanganan, belum ada barang yang dapat dipastikan berhasil diselamatkan dari dalam gedung.

“Kalau kita lihat tadi, sementara memang belum ada yang bisa diselamatkan barang-barang yang ada di sana,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Agustiar Sabran Menjenguk Ibu dari Nayla dan Kayla, Korban Kebakaran Mendawai 1

Meski demikian, Rusansyah menyebut masih ada kemungkinan ditemukan barang yang tersisa setelah proses pemadaman dan pemeriksaan selesai dilakukan. Namun, pengecekan tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena lokasi masih harus melalui tahapan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

“Setelah apinya padam, bisa saja setelah proses pemeriksaan dari kepolisian selesai, baru kita bisa cek sejauh mana barang-barang yang memang ada yang tersisakan,” jelasnya.

Di tengah proses penanganan kebakaran, penyebab maupun titik awal munculnya api juga masih belum diketahui secara pasti. Rusansyah mengaku pihaknya belum mengetahui dari mana api pertama kali muncul. Ia mengatakan saat kejadian, dirinya bersama pihak terkait baru tiba di lokasi ketika kebakaran sudah berlangsung.

“Kami pun sebenarnya agak lambat datangnya, sudah jam tigaan subuh lah ke sini tadi. Sudah terjadi,” ujarnya.

Karena itu, Rusansyah menyerahkan proses penyelidikan mengenai penyebab kebakaran kepada pihak yang berwenang. Termasuk untuk menggali keterangan dari saksi-saksi yang mungkin mengetahui awal mula kejadian.

“Nanti kita tunggulah hasil dari pihak yang berwajib untuk melihat kejadian dan termasuk mungkin ada saksi-saksi yang memang bisa menjelaskan langsung,” katanya.

Hingga proses pemeriksaan selesai, pihak Biro Kesra belum dapat memastikan nilai kerugian maupun sejauh mana kerusakan terhadap aset dan dokumen yang berada di dalam gedung.

Kebakaran tersebut turut berdampak langsung terhadap aktivitas pegawai Biro Kesra. Salah satu pegawai mengatakan, untuk sementara waktu seluruh aktivitas pekerjaan dilakukan dari rumah atau work from home (WFH).

Menurutnya, kebijakan tersebut diberlakukan sembari menunggu arahan pimpinan mengenai lokasi yang akan digunakan sebagai tempat kerja sekaligus pelayanan sementara.

“Untuk hari ini kami WFH dulu. Masih menunggu arahan pimpinan nanti pelayanan akan dipindahkan ke mana,” ujarnya.

Meski gedung kantor terdampak kebakaran, ia memastikan aktivitas pelayanan Biro Kesra kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan. Ia menegaskan, kebakaran gedung tidak serta-merta menghentikan pelayanan yang menjadi tugas Biro Kesra. “Pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.(*)

Editor : Agus Pramono
kebakaran kantor gubernur kantor biro kesra agustiar sabran