PALANGKA RAYA – Musyawarah Nasional (MUNAS) Mudir Ma’had ke-13 dan Musabaqah Ilmiyah Ma’had Al-Jami’ah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2026 resmi dibuka, Selasa malam (18/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Palangka Raya tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Pembukaan dihadiri Direktur Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr. Basnang Said, M.Ag., Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI Dr. Muh. Khoirul Rifa’i, M.Pd.I., Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Al-Jami’ah Nasional (AMMAN) Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., serta Penasihat AMMAN Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, L.C., M.A.
Turut hadir jajaran pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, para Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia, serta delegasi mahasantri dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia.
Mewakili Rektor UIN Palangka Raya Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. Muhammad Nasir, M.Pd menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia mengapresiasi kehadiran para Mudir, delegasi dan peserta yang telah memenuhi undangan.
Menurutnya, MUNAS menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan keputusan serta kebijakan, sekaligus memperkuat kolaborasi antarma’had Al-Jami’ah di lingkungan PTKIN.
“Melalui forum musyawarah ini, kita berharap dapat menyamakan persepsi, menghasilkan keputusan dan kebijakan strategis, serta memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan Ma’had Al-Jami’ah yang adaptif dan unggul,” ujarnya.
Ia berharap MUNAS tidak sekadar menjadi forum pertemuan rutin. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konstruktif bagi pengembangan Ma’had Al-Jami’ah di seluruh PTKIN Indonesia.
Sementara itu, Ketua AMMAN Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada UIN Palangka Raya yang dipercaya menjadi tuan rumah MUNAS Mudir Ma’had Al-Jami’ah ke-13 dan Musabaqah Ilmiyah Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah dalam sistem pendidikan nasional. Selain itu, keberadaan Ma’had juga diharapkan semakin kuat dalam pembinaan karakter mahasiswa.
Menurut Abdul Hadi, pertemuan para Mudir melalui forum MUNAS merupakan wadah strategis untuk memperkuat jejaring, bertukar gagasan dan melakukan konsolidasi pengelolaan Ma’had Al-Jami’ah di berbagai PTKIN.
“Forum ini menjadi ruang refleksi dan kolaborasi inovatif untuk meningkatkan kualitas manajemen serta merumuskan arah pengembangan Ma’had Al-Jami’ah yang lebih adaptif dan transformatif,” katanya.
MUNAS tahun ini mengusung tema “Ma’had Al-Jami’ah sebagai Laboratorium Integrasi Ilmu, Identitas, dan Peradaban Islam di Era Disrupsi Digital.”
Tema tersebut menegaskan posisi Ma’had Al-Jami’ah bukan hanya sebagai ruang pembinaan karakter dan keagamaan mahasiswa. Namun juga sebagai pusat pengembangan keilmuan, pembentukan identitas mahasantri serta penguatan peradaban Islam yang mampu merespons perkembangan zaman.
Puncak pembukaan ditandai dengan arahan sekaligus pernyataan resmi pembukaan oleh Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr. Basnang Said, M.Ag.
Dalam arahannya, Basnang menyoroti pentingnya transformasi pesantren melalui penguatan tata kelola, digitalisasi, pendidikan yang unggul dan terintegrasi, kemandirian ekonomi, serta pengembangan pesantren yang mampu menjawab tantangan modernisasi tanpa kehilangan identitas.
Sejalan dengan hal tersebut, Ma’had Al-Jami’ah dinilai memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis pesantren di jenjang perguruan tinggi. Ma’had diharapkan mampu memadukan nilai keislaman, keilmuan dan pembentukan karakter dengan kebutuhan mahasiswa di tengah perkembangan era digital.
Usai pembukaan, peserta akan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan. Di antaranya seminar nasional, musyawarah para Mudir Ma’had Al-Jami’ah, serta Musabaqah Ilmiyah yang melibatkan mahasantri PTKIN se-Indonesia.
Sejumlah cabang perlombaan yang dipertandingkan yakni Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) dengan kitab Fathul Qorib al-Mujib, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) 10 Juz (Juz 1–10), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah (MKTI).
Rangkaian MUNAS Mudir Ma’had ke-13 dan Musabaqah Ilmiyah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 20 Agustus 2026.(afa)
Editor : Ayu Oktaviana