Haji 2027 Kalteng Mulai Dipersiapkan, 1.547 Jemaah Masuk Estimasi Kuota

Dea Umilati • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Jalan Sehat Mabrur dan Berkah di halaman Gedung Shafa Asrama Haji, Sabtu (15/8/2026).
Jalan Sehat Mabrur dan Berkah di halaman Gedung Shafa Asrama Haji, Sabtu (15/8/2026).


PALANGKA RAYA – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 di Kalimantan Tengah mulai dilakukan sejak jauh hari. Selain administrasi dan manasik, kondisi kesehatan serta kesiapan fisik calon jemaah menjadi perhatian utama agar mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Hingga saat ini, berdasarkan data rilis pemerintah pusat per 9 Juli 2026, Kalimantan Tengah mendapat estimasi alokasi kuota sebanyak 1.547 jemaah. Jumlah tersebut terdiri atas 1.469 jemaah berdasarkan nomor urut porsi dan 78 jemaah prioritas lanjut usia.

Namun, angka tersebut belum menjadi jumlah final jemaah yang dipastikan berangkat. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalteng masih melakukan verifikasi terhadap kondisi masing-masing jemaah.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalteng H. Hasan Basri mengatakan, hasil verifikasi sementara menunjukkan terdapat 278 jemaah yang mengalami perubahan status sehingga tidak masuk dalam keberangkatan sebagaimana estimasi awal.

“Total yang kita lakukan verifikasi untuk yang tidak akan berangkat, yang berhak berangkat, ada 278,” ujar Hasan dalam kegiatan Jalan Sehat Mabrur dan Berkah di halaman Gedung Shafa Asrama Haji, Sabtu (15/8/2026).

278 Jemaah Mengalami Perubahan Status

Hasan menjelaskan, dari 278 jemaah tersebut, sebanyak 203 orang menunda keberangkatan. Selain itu, terdapat 12 jemaah prioritas lansia dan 15 jemaah urut porsi yang meninggal dunia.

Kemudian, 34 jemaah diketahui sudah pernah menunaikan ibadah haji, tetapi masa tunggu dari keberangkatan sebelumnya belum mencapai 18 tahun.

Terdapat pula 12 jemaah yang melakukan pembatalan porsi serta dua jemaah yang meninggal dunia sebelum 29 April 2019.

Perubahan status tersebut nantinya akan memengaruhi pergerakan nomor porsi. Jemaah dengan nomor porsi berikutnya berpeluang naik sesuai hasil verifikasi dan ketentuan yang berlaku.

Kesehatan Jemaah Mulai Diperiksa

Persiapan calon jemaah haji Kalteng tidak hanya dilakukan melalui pendataan. Pemeriksaan kesehatan juga mulai dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi perjalanan dan rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik prima.

Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangkaian Jalan Sehat Mabrur dan Berkah yang mempertemukan jemaah haji reguler Kota Palangka Raya 2026, estimasi jemaah 2027, PPIU/PIHK, KBIHU, serta masyarakat umum.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap calon jemaah dengan estimasi keberangkatan 2027.

Hasan mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga. Para calon jemaah juga mulai diperkenalkan satu sama lain serta dengan pihak-pihak yang nantinya berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji.

“Yang akan berangkat sudah mulai berkenalan. Sehingga saat nanti mereka melakukan pelunasan dan tahapan lainnya, kita bisa tidak asing dengan kawan-kawan yang akan berangkat,” katanya.

Menurutnya, kesiapan fisik harus dibangun sejak jauh hari. Dengan kondisi kesehatan yang lebih terpantau, calon jemaah diharapkan dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki tahapan keberangkatan.

Wagub Dorong Persiapan Kesehatan Sejak Dini

Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo mengapresiasi pemeriksaan kesehatan yang mulai dilakukan terhadap calon jemaah haji.

Menurutnya, pemeriksaan sejak dini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan setiap jemaah sekaligus memberikan waktu yang cukup untuk melakukan persiapan sebelum keberangkatan.

“Saya kira baik sekali. Ini langkah-langkah dari Kementerian Haji dan Umroh untuk mempersiapkan jemaah hajinya dengan melaksanakan kegiatan cek kesehatan. Karena itu penting, bertahap satu per satu, sehingga pada saatnya nanti persiapannya sudah matang,” tutur Edy.

Ia menilai kesiapan jemaah tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga kondisi fisik. Sebab, rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina yang cukup untuk menjalani berbagai aktivitas di Tanah Suci.

Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Edy, juga akan terus mengevaluasi pelayanan haji dari tahun ke tahun. Berbagai kekurangan yang ditemukan diharapkan dapat diperbaiki sehingga pelayanan kepada jemaah semakin optimal.

Saya kira ke depan pemerintah selalu berusaha pelayanan haji akan diberikan yang terbaik. Memang dari tahun ke tahun itu akan dilihat sisi kekurangannya di mana, akan diperbaiki dan ditingkatkan,” katanya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalteng Jalan Sehat Mabrur dan Berkah Ibadah Haji 2025 calon jemaah haji