Dishut Kalteng Siap Gelontorkan Rp50 Miliar, Bangun Sumur Bor untuk Penanganan Karhutla

rifqi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Petugas melakukan pemadaman karhutla yang terjadi wilayah Kameloh Baru, Palangka Raya. (Arief Prathama/Kalteng Pos)
Petugas melakukan pemadaman karhutla, Dishut gelontorkan Rp50 miliar. (Arief Prathama/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026.

Anggaran tersebut bersumber dari DBHDR dan digunakan untuk mendukung pemadaman hingga pengadaan peralatan penanganan karhutla.

Kepala Dishut Kalteng Agustan Saining mengatakan, anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk kebutuhan pemadaman, pengadaan kendaraan roda tiga yang nantinya diserahkan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA), serta peralatan pemadam kebakaran lainnya.

Baca Juga: Kapolda Kalteng: 5 Daerah Jadi Perhatian, Penanganan Karhutla Tahun Ini Relatif Lebih Efektif

“Anggaran karhutla tahun ini dari Dinas Kehutanan dari DBHDR kurang lebih Rp50 miliar. Baik untuk pemadaman maupun nanti untuk pengadaan roda tiga untuk diserahkan kepada MPA dan alat pemadaman lainnya,” kata Agustan saat ditemui di Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).

Ia mengatakan, seluruh personel yang terlibat dalam pemadaman telah mendapatkan pembayaran sesuai regulasi. Namun, menurutnya, nominal tersebut belum sebanding dengan risiko dan beratnya pekerjaan yang dilakukan para relawan di lapangan. “Namanya memadamkan ini luar biasa, bertarung nyawa. Tapi itu regulasi seperti itu yang akan diserahkan kepada seluruh relawan MPA maupun kawan-kawan,” ujarnya.

Selain anggaran pemadaman, Dishut Kalteng juga mulai memperkuat ketersediaan sumber air melalui pembangunan sumur bor. Agustan menyebut pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi yang membutuhkan dukungan sumber air untuk penanganan karhutla.

“Secara swadaya kita sudah membangun ada 10 sumur bor di saat-saat mungkin dalam bulan ini untuk membantu pemadaman, karena di lapangan kesulitan air maupun embung-embung itu kering rata-rata,” jelasnya.

10 sumur bor tersebut antara lain berada di kawasan Tumbang Nusa, wilayah Kameloh Baru Palangka Raya dan Sampit. Agustan memastikan sumur bor yang dibangun tersebut berfungsi dan digunakan untuk mendukung kebutuhan pemadaman.

Baca Juga: Karhutla Kalteng: 51 Kasus Pembakaran Diselidiki, 13 Tersangka dan 4 Korporasi Didalami

Ia menyebut biaya pembangunan satu sumur bor sekitar Rp2,5 juta dengan kedalaman rata-rata 25 hingga 30 meter. Namun, Agustan belum dapat memastikan total anggaran yang telah dikeluarkan karena pembangunan dilakukan secara swadaya dan datanya masih diperbarui.

Selain membangun sumur bor baru, Dishut juga tengah mendata keberadaan sumur bor yang dibangun sebelumnya. Menurut Agustan, sebagian sumur bor tersebut merupakan peninggalan program Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang kini sudah tidak lagi beroperasi.

“Itu kan tanggung jawab ada badan restorasi dan gambut dan mangroven sebenarnya, tapi lembaga itu sudah bubar. Jadi kita meminta data-data mereka, nanti kita akan update apa yang di mana yang bisa kita perbaiki atau kita gali ulang,” katanya.

Agustan memperkirakan jumlah sumur bor yang pernah dibangun di Kalteng mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 unit. Namun, pihaknya belum melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan mana yang masih berfungsi dan mana yang membutuhkan perbaikan.

Baca Juga: Dua Helikopter dan Tiga Ekskavator Dikerahkan, GAPKI Kalteng Bantu Jinakkan Karhutla

“Datanya masih kami minta ke kawan-kawan eks-DRG,” ujarnya. Di sisi lain, Agustan mengajak masyarakat turut terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, pencegahan dan pemadaman tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun TNI dan Polri.

“Tugas penanggulangan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, TNI-Polri. Itu tugas semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan relawan, Manggala Agni, MPA, TNI dan Polri terus dilakukan, termasuk melalui diskusi bersama para personel yang berada di lapangan untuk mengevaluasi penanganan karhutla.(*)

 

Editor : Agus Pramono
karhutla tumbang nusa anggaran 50 miliar kalteng dishut kalteng sumur bor