Gedung Merah Putih dan PPIIG UPR Berhasil Diselamatkan dari Karhutla

Ismail • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Foto udara tampak kebakaran lahan mulai mendekati Gedung Merah Putih dan PPIIG UPR. Berkat kesigapan tim gabungan, aset bernilai ratusan miliar ini bisa terselamatkan dari Karhutla. FOTO HUMAS UPR
Foto udara tampak kebakaran lahan mulai mendekati Gedung Merah Putih dan PPIIG UPR. Berkat kesigapan tim gabungan, aset bernilai ratusan miliar ini bisa terselamatkan dari Karhutla. FOTO HUMAS UPR

 

PALANGKA RAYA – Luas wilayah Universitas Palangka Raya (UPR) membuat tim gabungan sempat kewalahan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Selama sepekan tim fokus dan berhasil melindungan aset UPR berupa Gedung Merah Putih, PPIIG dan komplek perkantoran MIPA. 

”Dalam waktu seminggu ini, kami fokus dan berhasil pada perlindungan aset UPR diantaranya Gedung Merah Putih, Gedung Perkantoran MIPA dan FISIP, sehingga harus diakui kawasan lainnya terabaikan,” kata Dr. Ir Adi Jaya, M.Si., Ph.D Kepala UPA Pengelola Lahan Gambut dan juga koordinator lapangan tim penanggulangan kebakaran lahan di lingkungan UPR.

Sekarang tim mulai melakukan penanganan pada areal lainnya milik UPR terutama yang masih bervegetasi. Setelah itu akan dilakukan penanganan pada kawasan yang sudah terbakar namun masih tersisa biomassa kering.

Menurut Adi Jaya, saat ini tim terus melakukan pembasahan lahan. Menyiapkan suplai air, tandon penampungan, serta pompa jinjing pemadam di titik-titik krusial lingkar kampus. Tambahkan pembuatan sumur bor yang sangat efektif dan membantu proses pemadaman dan pembasahan. Pembuatan sumur bor ini dilakukan oleh Tim UPA PLG. Satu sumur bor memerlukan waktu sekitar 2 jam,” ujar Adi Jaya.

”Beberapa kali kami mencoba produk hasil penelitian kami bersama Jepang, cukup efektif memadamkan. demikian juga tim BPBD Kota Palangka Raya yang telah mengaplikasikan cairan tersebut saat kebakaran 2026 ini mengatakan efektif untuk api permukaan. Kesulitan yang kami alami dalam aplikasi cepat. Alai in-line yang dapat mencampurkan air langsung ke selang pemadaman belum berfungsi baik,” ujar Adi Jaya.

Diinternal sekarang terbina kesadaran dan kebersamaan baik dosen, tendik maupun mahasiswa untuk secara bersama negangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan UPR ini. Apapun konntnribusinya.

”Kawasan hutan di UPR cukup luas dan kami agak kewalahan menangani kearhutla. Sebelumnya kami sudah juga melakukan patroli drone namun tetap kecolongan dan api cepat sekali merembet karena keringnya biomasa,” ujar Adi Jaya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
Gedung Merah Putih kebakaran hutan dan lahan BPBD Kota Palangka Raya Universitas Palangka Raya (UPR)