KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Cuaca panas masih mendominasi sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Jumat (28/8/2026). Suhu udara diprakirakan mencapai 35 derajat Celsius, sementara kondisi udara kabur berpotensi terjadi di banyak daerah sepanjang hari.
Berdasarkan rilis prakiraan cuaca BMKG yang dipublikasikan Kamis (27/8/2026), udara kabur diprakirakan terjadi sepanjang pagi, siang, malam hingga dini hari di Tamiang Layang, Puruk Cahu, Pulang Pisau, Palangka Raya, Muara Teweh, Kuala Kurun, Kuala Kapuas, Kasongan dan Buntok. Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau yang masih berlangsung di Kalteng.
Di Sampit, cuaca diprakirakan lebih cerah dengan kondisi cerah berawan sepanjang hari. Meski demikian, suhu udara diprediksi cukup tinggi, yakni berkisar 23-35 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 18 km/jam dan kelembaban 51-94 persen.
Sementara itu, Kuala Pembuang juga diprakirakan cerah berawan sepanjang hari. Suhu udara di wilayah tersebut diprediksi berada pada kisaran 25-35 derajat Celsius dengan kecepatan angin mencapai 23 km/jam.
Adapun Sukamara, Pangkalan Bun dan Nanga Bulik diprakirakan cerah berawan pada pagi dan siang hari. Namun, kondisi berubah menjadi udara kabur pada malam hingga dini hari.
Di Palangka Raya, udara kabur diprakirakan bertahan sepanjang hari dengan suhu 23-35 derajat Celsius. Kondisi serupa terjadi di Muara Teweh, dengan suhu 23-35 derajat Celsius dan kecepatan angin relatif rendah, sekitar 6 km/jam.
Kuala Kurun dan Kuala Kapuas juga diprakirakan mengalami udara kabur sepanjang hari. Masing-masing memiliki suhu maksimum 35 derajat Celsius.
Sementara di wilayah selatan, Pulang Pisau dan Buntok juga diprakirakan menghadapi kondisi udara kabur sepanjang hari dengan suhu maksimum mencapai 35 derajat Celsius.
Kondisi udara kabur juga diprakirakan terjadi di Kasongan, dengan suhu 23-35 derajat Celsius dan kelembaban 33-90 persen.
Secara umum, prakiraan BMKG menunjukkan kondisi panas masih menjadi perhatian. Sebagian besar wilayah Kalteng memiliki suhu maksimum 35 derajat Celsius, sementara udara kabur masih mendominasi sejumlah daerah.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Kondisi panas dan kering juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (*)
Editor : Agus Pramono