PALANGKA RAYA - Rumah atau ruang oksigen terus bertambah, sejak kabut asap semakin tebal. Selain yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng, dan Pemerintah Kota Palangka Raya, ada juga yang disiapkan oleh kemasyarakat melalui berbagai lembaga.
Data yang bisa dihimpun kaltengpos.jawapos.com, sedikitnya ada 22 rumah/ruang oksigen yang tersebar di berbagai lokasi.
Baca Juga: Disdik Kalteng Terapkan PJJ Mulai 31 Agustus dan Evaluasi Tiap 3 Hari
Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Kesehatan Kalteng menyiapkan tiga rumah oksigen. Dua lokasi di Bundaran Besar Palangka Raya, dan satu lagi di Aula Dinas Kesehatan Kalteng di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya.
Sedangkan Pemerintahkan Kota Palangka Raya menyiapkan ruang oksigen di setiap puskesmas yang ada di Kota Palangka Raya.
Ada 11 puskesmas yang menyebar di 5 kecamatan.
Sementara masyarakat melalui sejumlah lembaga juga tidak ketinggalan. Ada GP Ansor, Lazisnu bersama Kadin, Ada Juga MDMC dan Lazismu Muhammadiyah. Kemudian ada juga lembaga pendidikan seperti Ma’had Syafi’I, PKBM, dan lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan penyediaan ruang oksigen tersebut ditujukan untuk memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, khususnya saat kondisi kualitas udara mengalami penurunan.
“Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik,” kata Riduan, Senin (31/8/2026).
Selain menyiapkan ruang oksigen, Dinkes Palangka Raya juga mengoptimalkan pelayanan melalui puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan.
Baca Juga: Daftar 11 Puskesmas di Palangka Raya Sediakan Ruang Oksigen bagi Warga Terdampak Kabut Asap
Keberadaan pustu diharapkan dapat semakin memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang mengalami keluhan atau gangguan pernapasan.
Riduan mengimbau masyarakat yang mulai mengalami gejala seperti batuk, pilek maupun infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) agar tidak menunda pemeriksaan dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disiapkan pemerintah.
Sementara itu Ketua Lazismu Kalteng, Muhammad Fitriani, menyampaikan selain membantu proses pemadaman dan pendinginan titik api, pihaknya juga menyiagakan Rumah Oksigen, mobil oksigen, layanan kesehatan lapangan, pembagian masker, pemenuhan nutrisi, serta edukasi kesehatan.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palangka Raya Bagikan Masker dan Siapkan Oksigen untuk Warga
“Hingga 31 Agustus 2026, jumlah penerima manfaat Rumah Oksigen telah mencapai 53 orang, di mana 7 di antaranya mendapat penanganan langsung akibat gangguan pernapasan mendadak,” kata Fitriani mengutip majelistablig.id
Sedangkan untuk relawan yang diterjunkan Fitriani merinci, ada 10 personil pemadam, 60 relawan medis, 30 relawan logistik, dan 15 relawan Poskor. Salah satu layanan krusial, yakni Rumah Singgah Oksigen Muhammadiyah yang bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono KM 1,5, Palangka Raya, beroperasi setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB. (*)
Editor : Ayu Oktaviana