Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan Bandara Tjilik Riwut, 15 Aktiitas Pesawat Tertunda dan Batal

rifqi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:43 WIB
Kedatangan dan keberangkatan pesawat dari Bandara Tjilik Riwut terganggu.(Auliya Rahman/ Antara)
Kedatangan dan keberangkatan pesawat dari Bandara Tjilik Riwut terganggu.(Auliya Rahman/ Antara)

 

PALANGKA RAYA– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. 

Total ada 15 aktivitas penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan yang tertunda atau dibatalkan.

“Tertunda 15 dari jadwal 18 pergerakan,”tulis General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, I Made Darmawan melalui pesan WhatsApp kepada kaltengpos.jawapos.com, Senin (31/8/2026).

Jarak pandang yang terus menurun membuat sejumlah penerbangan terganggu dan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama.

Salah satu penerbangan rute Surabaya (SUB)-Palangka Raya (PKY) bahkan harus melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal karena jarak pandang berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan untuk pendaratan.

Menurut I Made, istilah yang tepat dalam kondisi tersebut bukan gagal landing. RTB merupakan keputusan pilot untuk kembali ke bandara sebelumnya ketika kondisi pendaratan dinilai belum memenuhi aspek keselamatan.

Ia menjelaskan, gangguan penerbangan tersebut dipicu kabut asap yang menyelimuti kawasan Bandara Tjilik Riwut. Kondisi ini berdampak langsung terhadap jarak pandang.

Berdasarkan pemantauan pengelola bandara, jarak pandang pada pagi hari sejak pukul 07.20 WIB hingga 12.30 WIB berada di kisaran 600 meter.

“Hal ini disebabkan oleh kabut asap yang memberikan dampak terhadap jarak pandang (visibility) pagi hari sejak pukul 07.20 WIB hingga 12.30 WIB masih kisaran 600 meter,” ujarnya.

Tidak hanya penerbangan yang tiba, keberangkatan dari Palangka Raya juga ikut terdampak. Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan karena pesawat yang akan digunakan masih berada di bandara asal dan belum diberangkatkan akibat kondisi cuaca.

“Untuk saat ini penerbangan yang keluar dari Palangka Raya mengalami keterlambatan dikarenakan menunggu pesawat dari bandara sebelumnya,” katanya.

I Made menyebut sedikitnya terdapat dua jadwal penerbangan dari Palangka Raya yang terdampak keterlambatan, masing-masing dengan tujuan Yogyakarta dan Semarang.

Pesawat yang melayani kedua rute tersebut masih menunggu kondisi cuaca membaik sebelum diberangkatkan menuju Palangka Raya. 
Setelah tiba, pesawat selanjutnya dapat melanjutkan penerbangan dari Palangka Raya sesuai kondisi operasional.

Pengelola Bandara Tjilik Riwut terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca di sekitar bandara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional penerbangan tetap mengutamakan faktor keselamatan.

Dalam kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum, penerbangan dapat ditunda atau pesawat melakukan RTB hingga kondisi dinilai aman untuk melakukan pendaratan maupun keberangkatan.(*)

Editor : Agus Pramono
penerbangan tertunda kabut asap palangka raya jadwal penerbangan bandara tjilik riwut