Rocky Gerung hingga Felix Siauw Soroti Pernyataan Kadisdik Kalteng soal Sekolah dan Dapur MBG

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:17 WIB
Zoom meeting Kadisdik Kalteng viral.(Screenshoot)
Zoom meeting Kadisdik Kalteng viral.(Screenshoot)

PALANGKA RAYA– Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait pelaksanaan pembelajaran di tengah kabut asap serta keberlangsungan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan sejumlah tokoh publik.

Polemik tersebut mencuat setelah potongan pernyataan dalam rapat melalui Zoom mengenai kegiatan pendidikan di tengah kondisi kabut asap beredar di publik.

Sejumlah tokoh kemudian memberikan tanggapan melalui media sosial. Mereka menyoroti kebijakan pendidikan di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dampaknya terhadap kesehatan anak-anak.

Baca Juga: Kadisdik Kalteng Klarifikasi soal Mementingkan Program MBG dari pada Keselamatan Siswa

Salah satunya datang dari pengamat politik Rocky Gerung. Ia menyoroti angka penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebut telah mencapai 13.500 orang.

“Angka penderita ISPA tembus 13.500! Dan anak-anak masih disuruh sekolah biar dapur tetap ‘ngebul’. Sakit!” tulis Rocky Gerung melalui akun Instagramnya, dikutip Selasa (1/9/2026).

Pendakwah Felix Siauw juga ikut memberikan komentar terhadap polemik tersebut.

Dengan nada menyindir, ia menyinggung persoalan prioritas pemerintah dalam menjalankan program gizi di tengah kondisi bencana kabut asap.

“Lah bener kok, prioritas pemerintah kan gizi. Jadi kalau ada bencana harus tetap jalan. Gizi nomor 1,” katanya.

Komentar tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai pelaksanaan kegiatan sekolah dan operasional dapur MBG ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalteng.

Kreator konten Andromeda Mercury turut menanggapi video yang beredar. Pria yang pernah berprofesi sebagai jurnalis tersebut menilai polemik itu menjadi pengingat bagi pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan gagasan, terlebih ketika pernyataan disampaikan dalam forum yang kemudian diketahui publik.

Ia menyoroti adanya pembahasan mengenai kegiatan sekolah yang diharapkan tetap berjalan agar operasional program MBG tidak terganggu.

“Pejabat tingkat apa pun sekarang enggak bisa sembarang ide lagi, Pak. Bayangin bukan menteri, bukan kepala daerah, tapi skopnya Kadis, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah. Rapat Zoom yang sifatnya internal bisa bocor keluar,” kata Andromeda.

Menurutnya, kondisi kabut asap akibat karhutla di Kalteng seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kebijakan pendidikan.

“Pak, itu karhutla, asap pekat Kalimantan, Pak, parah banget, Pak. Risiko ISPA, kesehatan, bahkan mungkin nyawa, Pak. Pejabat kalau ngomong kalau bisa ya dipikir berkali-kali lah,” ujarnya.

Baca Juga: Rekaman Rapat Bocor, Kadisdik Kalteng Ogah Liburkan Anak Sekolah demi Dapur MBG Tetap Ngebul

Namun, Andromeda juga menyinggung klarifikasi dari pihak Kepala Dinas Pendidikan Kalteng yang menyatakan bahwa keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas.

“Yang bersangkutan sudah klarifikasi bilang bahwa enggak benar itu, prioritas kami tetap keselamatan siswa dan tenaga pendidik,” katanya.

Kritik lebih keras disampaikan kreator konten Subhan Nur Sobah. Ia mempertanyakan alasan kegiatan sekolah tetap berjalan jika dikaitkan dengan keberlangsungan operasional dapur MBG.

“Ini Kepala Dinas Pendidikan atau sales MBG sih? Kok bisa keluar pernyataan kayak orang yang tidak berpendidikan?” katanya.

Subhan menilai keselamatan dan kesehatan peserta didik seharusnya menjadi pertimbangan utama ketika kabut asap melanda.

Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan informasi mengenai sejumlah sekolah di Malaysia yang diliburkan akibat dampak asap kebakaran.

“Di Malaysia aja ratusan sekolah diliburkan gara-gara asap kebakaran di Kalimantan. Lah ini di Kalimantan sendiri, anak-anak justru dipaksa untuk tetap sekolah,” ujarnya.

Dalam komentarnya, Subhan juga mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan atau afiliasi Kepala Dinas Pendidikan Kalteng dengan dapur MBG.

Namun, pertanyaan tersebut merupakan opini yang disampaikan Subhan dan belum disertai bukti yang menunjukkan adanya keterlibatan atau afiliasi seperti yang dipertanyakannya.

Kadisdik Kalteng Sebut Keselamatan Tetap Prioritas

Polemik berawal dari beredarnya pernyataan dalam rapat yang membahas pelaksanaan kegiatan pendidikan di tengah kondisi kabut asap serta keberlangsungan operasional dapur MBG.

Pernyataan tersebut kemudian memicu kritik karena dinilai sejumlah pihak dapat dimaknai sebagai upaya mempertahankan kegiatan sekolah demi menjaga keberlangsungan program MBG.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng telah memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas dalam kebijakan pembelajaran selama kondisi kabut asap.

Dengan demikian, polemik tersebut kini berkembang menjadi perdebatan publik mengenai keseimbangan antara keberlangsungan layanan pendidikan, program MBG, dan perlindungan kesehatan anak-anak di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla di Kalteng.(*)

Editor : Agus Pramono
kabut asap Mbg Kadisdik Kalteng Felix Siau rocky gerung