PALANGKA RAYA- Pendapatan dari sektor pajak daerah Kota Palangka Raya menunjukkan perkembangan positif hingga September 2026.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya, realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai Rp155.223.263.706 atau sekitar 56,36 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp275.420.835.750.
Penerimaan pajak sektor makanan dan minuman di Kota Palangka Raya menunjukkan pertumbuhan positif meski aktivitas masyarakat berlangsung di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga: Razia Pajak saat Kabut Asap, Petugas Temukan 54 Kendaraan Nunggak
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya, penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman mencapai Rp35.344.965.061 pada periode triwulan III, terhitung sejak 1 Januari hingga 27 Agustus 2026.
Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, mengatakan tingginya penerimaan dari sektor makanan dan minuman menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih cukup kuat, meskipun kualitas udara di Kota Palangka Raya sedang terganggu akibat kabut asap.
“Walaupun saat ini memang kondisi Kota Palangka Raya kita lihat sedang kabut asap, tetapi ternyata untuk masyarakat yang ingin makan dan minum ini masih tinggi,” ujar Emy, Rabu (2/9/2026).
Menurut Emi, sektor makanan dan minuman menjadi salah satu penyumbang penerimaan pajak daerah yang menunjukkan perkembangan cukup baik. Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang masih berjalan di tengah situasi karhutla.
Baca Juga: Barang Pribadi Dikenakan Pajak Mulai 2027, DJP Kalselteng Tegaskan Berita Itu Hoaks
Selain PBJT makanan dan minuman, peningkatan penerimaan juga terjadi pada sejumlah sektor lainnya, seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak tenaga listrik, Pajak Air Tanah (PAT), serta Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Emy mengatakan capaian tersebut menunjukkan perkembangan penerimaan pajak daerah masih berada pada tren positif. Bapenda terus memantau setiap sektor untuk mengoptimalkan penerimaan dan memastikan target pendapatan daerah dapat tercapai.
“Jadi alhamdulillah, untuk pendapatan di Kota Palangka Raya sendiri dari sektor pajak, ini memang mengalami peningkatan. Jadi baik dari PBJT makanan dan minuman dan BPHTB, listrik, dan juga untuk PAT juga mengalami peningkatan,” katanya.
Pajak Hiburan Berpotensi Terpengaruh Kabut Asap
Berbeda dengan sektor makanan dan minuman yang masih menunjukkan aktivitas cukup tinggi, penerimaan dari sektor hiburan berpotensi mengalami penurunan.
Emy memperkirakan masyarakat dapat mengurangi aktivitas hiburan di luar rumah karena mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kualitas udara akibat kabut asap.
Meski demikian, secara umum Bapenda Kota Palangka Raya menilai perkembangan penerimaan pajak daerah masih cukup baik. Pemantauan terhadap masing-masing sektor akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pendapatan daerah di tengah kondisi karhutla.(*)
Editor : Agus Pramono