Prakiraan Cuaca Kalteng Kamis 10 September, Suhu di Sampit Diprediksi Capai 35 Derajat

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 20:21 WIB
Cuaca terik di Kotim. Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Cuaca terik di Kotim. Miftah/kaltengpos.jawapos.com

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Cuaca di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) diprediksi didominasi cerah berawan pada Kamis, (10/9/2026). Suhu udara diperkirakan cukup tinggi, dengan beberapa daerah mencapai 35 derajat Celsius.

Berdasarkan rilis prakiraan cuaca BMKG, kondisi cerah berawan diprakirakan terjadi hampir sepanjang hari di sebagian besar wilayah Kalteng, baik pagi, siang, malam maupun dini hari.

Sampit menjadi salah satu daerah dengan suhu maksimum tertinggi, yakni mencapai 35 derajat Celsius, dengan kelembapan 43–92 persen dan kecepatan angin sekitar 19 km/jam.

Suhu maksimum serupa juga diprakirakan terjadi di Puruk Cahu, Pulang Pisau, Palangka Raya, Kuala Kurun, Kuala Kapuas dan Buntok, yang mencapai 35 derajat Celsius.

Sementara itu, beberapa wilayah diprediksi mengalami kondisi berawan tebal sepanjang hari, yakni Puruk Cahu, Muara Teweh dan Buntok. Suhu di wilayah tersebut tetap relatif tinggi, berkisar hingga 34–35 derajat Celsius.

Daerah lain seperti Tamiang Layang diprakirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius, Sukamara 22–33 derajat Celsius, Pangkalan Bun 23–34 derajat Celsius, Nanga Bulik 23–34 derajat Celsius, Kuala Pembuang 23–33 derajat Celsius dan Kasongan 23–34 derajat Celsius.

Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Kuala Pembuang, mencapai 24 km/jam. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya di tengah musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diimbau tetap menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca terasa sangat panas.

Di wilayah yang masih terdampak asap karhutla, penggunaan masker juga penting untuk mengurangi paparan partikel udara.

Cuaca cerah berawan tanpa hujan juga berpotensi membuat kondisi lahan semakin kering, sehingga kewaspadaan terhadap potensi karhutla tetap diperlukan. (*)

Editor : Agus Pramono
cuaca kalteng besok cuaca kalteng hari ini prakiraan bmkg cuaca berawan