BANJARBARU - Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di Bulan September 2026, meski tidak separah bukan Juli dan Agustus alu. Penyebabnya ternyata akibat terjadinya gangguan pembangkit di Kaltim dan di Kalteng.
Dalam rilis yang disampaikan Sabtu, 12 September 2026, PLN merinci ada 4 pembangkit yang mengalami gangguan.
Baca Juga: Warga Harus Bersiap, Pemadaman Bergilir Kembali Terjadi di Sampit, Ini Jadwal Sabtu 12 September
"Sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan menyebabkan kemampuan pasokan listrik belum optimal. Pembangkit tersebut di antaranya PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai Barito Utara," kata Senior Manajer Keuangan Komunikasi dan Umum PLN UID Kalselteng Faharudin Fajar
Untuk mengatasi hal itu, PLN menyatakan terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia dan berkoordinasi dengan pengelola pembangkit. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan dan menambah pasokan daya ke sistem.
PLN menargetkan pembangkit yang saat ini dalam proses pemulihan dapat kembali beroperasi secara bertahap.
"Pembangkit-pembangkit yang saat ini dalam proses pemulihan ditargetkan segera kembali masuk secara bertahap pada minggu ketiga hingga minggu keempat September 2026," kata Fajar.
Selain memulihkan pembangkit yang gangguan, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan pembangkit sewa. Di antaranya Pembangkit Batulicin 10 MW, pembangkit sewa tahap 1 total daya 158 MW dan tahap 2 total daya 120 MW.
Seluruh proses pemulihan terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit.
"PLN all out mengerahkan berbagai sumber daya yang ada untuk mempercepat pemulihan gangguan," ujarnya.
PLN juga mengajak pelanggan menghemat listrik terutama saat beban puncak. PLN juga mengajak seluruh pelanggan untuk menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak, sebagai bagian dari upaya bersama mendukung pemanfaatan energi secara efisien dan bertanggung jawab.
Di akhir rilis, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," kata Fajar
Informasi perkembangan kelistrikan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, dan kanal resmi PLN.(*)
Editor : Ayu Oktaviana