KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalteng memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) masih mengalami udara kabur pada Selasa (15/9/2026).
Dari 14 wilayah yang masuk dalam prakiraan cuaca, mayoritas diprediksi mengalami udara kabur sepanjang hari. Kondisi tersebut diprakirakan terjadi di Nanga Bulik, Kuala Pembuang, Kuala Kapuas, Kasongan, Tamiang Layang, Sukamara, Sampit, Pulang Pisau, dan Pangkalan Bun.
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang. Hujan diprakirakan terjadi di Muara Teweh dan Kuala Kurun pada malam hingga dini hari.
Kondisi lebih basah diprakirakan terjadi di Puruk Cahu. Wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan sedang pada siang, malam, hingga dini hari, setelah sebelumnya diprakirakan mengalami udara kabur pada pagi hari.
Di Buntok, cuaca diprakirakan berupa kabut pada pagi dan siang hari, kemudian udara kabur pada malam hari. Hujan sedang berpotensi terjadi pada dini hari.
Sedangkan Palangka Raya diprakirakan mengalami kabut pada pagi dan siang hari, kemudian udara kabur pada malam hingga dini hari.
Dari 14 wilayah yang diprakirakan, suhu udara tertinggi mencapai 35 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Kuala Kapuas, Kasongan, Buntok, Tamiang Layang, Pulang Pisau, dan Pangkalan Bun.
Sementara suhu terendah berkisar 22 derajat Celsius, yang diprakirakan terjadi di Kuala Kapuas, Tamiang Layang, Sukamara, Sampit, dan Pangkalan Bun.
Kecepatan angin juga bervariasi. Angin tercepat diprakirakan terjadi di Kuala Pembuang dengan kecepatan mencapai 23 kilometer per jam, disusul Kuala Kapuas dan Sampit masing-masing 20 kilometer per jam.
Untuk wilayah Sampit sendiri, BMKG memprakirakan udara kabur sepanjang hari dengan suhu 22–34 derajat Celsius. Kecepatan angin mencapai 20 kilometer per jam dengan kelembapan udara berkisar 42–90 persen.
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi cuaca dan kualitas udara, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pengguna jalan juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan ketika jarak pandang berkurang akibat kabut maupun udara kabur. (*)
Editor : Agus Pramono