Pertamina Sebut Fenomena Antrean di SPBU Dikarenakan Peralihan Konsumen Pertamax ke Pertalite
rifqi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:30 WIB
Aliansi Masyarakat Resah desak Pertamina buka data stok BBM Kalteng.(Rifqi/kaltengpos.jawapos.com)
PALANGKA RAYA – Peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Tengah.Sales Area Manager Retail Pertamina Kalteng Donny Prasetya mengatakan, perubahan pola konsumsi tersebut terjadi setelah adanya kenaikan harga Pertamax. Perpindahan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite itu diperkirakan mencapai sekitar 7 persen di seluruh wilayah Kalteng.
“Perpindahan konsumsi tersebut kami hitung mencapai sekitar 7 persen untuk seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Peningkatan permintaan itu kemudian kami respons dengan melakukan beberapa penyesuaian, salah satunya mempertebal pasokan stok BBM,” kata Donny.Pernyataan tersebut disampaikan Donny saat menemui massa Aliansi Masyarakat Resah yang menggelar aksi di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (14/9/2026) sore.Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pertamina lebih terbuka mengenai kondisi stok dan distribusi BBM di Kalteng. Massa juga mempertanyakan masih terjadinya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.Donny mengapresiasi masukan dan tuntutan yang disampaikan massa. Menurutnya, aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pertamina untuk memperbaiki pelayanan dan penyaluran BBM di Kalteng.“Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih. Kami menganggap masukan dan tuntutan yang disampaikan sebagai bahan evaluasi dan koreksi bersama,” ujarnya.Ia mengatakan Pertamina terus berupaya memulihkan penyaluran BBM, terutama di Kota Palangka Raya. Berdasarkan pemantauan Pertamina, kondisi antrean di lapangan mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan sebelumnya.“Namun demikian, kami ingin menegaskan bahwa Pertamina telah berupaya secepat mungkin untuk mengembalikan kondisi penyaluran BBM, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kota Palangka Raya, agar kembali normal,” katanya.
Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan akibat perpindahan konsumen tersebut, Pertamina melakukan sejumlah penyesuaian. Salah satunya dengan meningkatkan ketebalan stok BBM sekitar 10 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.Donny menjelaskan, stok BBM sebelumnya masih mampu bertahan sekitar enam hingga tujuh hari. Selain itu, kedatangan kapal pengangkut BBM pada Senin turut menambah pasokan untuk memperkuat ketersediaan BBM di wilayah Kalteng.Sementara itu, jika mengacu pada kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kebutuhan Pertalite di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 270 kiloliter per hari.“Kebutuhan Pertalite di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 270 kiloliter per hari,” ungkap Donny.(*) Editor : Ayu Oktaviana