BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kalteng Mulai 18 September 2026

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:39 WIB
Personel Satpolairud dan nelayan melakukan pemantauan pencarian perahu yang terbawa arus gelombang laut di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. (Satpolairud Polres Garut/Antara)
Personel Satpolairud dan nelayan melakukan pemantauan pencarian perahu yang terbawa arus gelombang laut di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. (Satpolairud Polres Garut/Antara)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kondisi ini berpotensi terjadi mulai 18 September hingga 27 September 2026.

Peringatan tersebut berkaitan dengan fenomena fase Bulan Purnama yang diperkirakan terjadi pada 26 September 2026.

Fenomena tersebut dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir.

Untuk wilayah Kalteng, BMKG membagi periode potensi rob menjadi dua kawasan. Pesisir Kuala Pembuang, Sampit dan Kapuas berpotensi terdampak pada 18–24 September 2026.

Baca Juga: BMKG Prediksi Awan Hujan Tumbuh di Kalteng: Modifikasi Cuaca, dan Peluang Turunnya Hujan

Sementara itu, potensi rob di Pesisir Kumai, Pantai Lunci dan Kuala Jelai diperkirakan berlangsung lebih panjang, yakni 19–27 September 2026.

BMKG mengingatkan, banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan, permukiman yang berada dekat pantai, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan muka air laut, terutama pada periode yang telah diperkirakan tersebut.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut.

Selain Kalteng, potensi banjir rob juga teridentifikasi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi dalam rentang waktu berbeda sesuai kondisi pasang laut masing-masing wilayah.

Informasi cuaca maritim terbaru dapat dipantau melalui situs resmi BMKG Maritim maupun kanal informasi BMKG. Masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui Call Center BMKG 196 atau kantor BMKG terdekat. (*)

Editor : Agus Pramono
banjir rob cuaca kalteng hari ini Bulan purnama prakiraan bmkg prakiraan cuaca