PALANGKA RAYA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah layanan Puskesmas Pahandut, Palangka Raya, terus meningkat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pada September 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 432, naik dibandingkan dua bulan sebelumnya.
Berdasarkan rekapitulasi bulanan Puskesmas Pahandut, terdapat 300 kasus ISPA pada Juli, kemudian meningkat menjadi 334 kasus pada Agustus.
Angka tersebut kembali naik pada September hingga mencapai 432 kasus. Sementara itu, pada awal Oktober, sebanyak 84 kasus baru tercatat selama periode 1–7 Oktober 2026.
Penanggung jawab data ISPA Puskesmas Pahandut, Feri, mengatakan pasien yang datang berobat umumnya mengeluhkan gejala seperti batuk, pilek, hingga demam tinggi. Berdasarkan kelompok usia, pasien dewasa berusia 19–59 tahun menjadi kelompok yang paling dominan.
Baca Juga: Puskesmas Panarung Tangani 45 Pasien ISPA Pada Awal Bulan Oktober 2026
"Rata-rata pasien yang datang mengeluhkan batuk, pilek, hingga demam tinggi. Kalau dilihat dari kelompok umur, pasien dewasa di rentang umur 19 sampai 59 tahun menjadi kelompok yang paling dominan terpapar," ujar Feri, Kamis (8/10/2026).
Untuk mengantisipasi kondisi pasien yang memburuk, Puskesmas Pahandut menyediakan layanan penanganan bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk bantuan oksigen dan terapi uap atau nebulizer secara gratis.
"Bagi pasien yang mengalami gejala sesak napas, langsung kami arahkan ke ruang tindakan untuk diberikan bantuan oksigen atau terapi uap. Pelayanan ini diakses gratis oleh masyarakat," tambahnya.
Baca Juga: Puskesmas Menteng Siagakan Oksigen Gratis 24 Jam, Kasus ISPA Didominasi Anak-Anak
Selain memberikan pelayanan medis, puskesmas juga melaporkan perkembangan kasus harian secara real-time kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membantu pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.
Pelayanan pasien juga dibedakan berdasarkan kelompok usia, mulai dari Poli Anak, Poli Dewasa, hingga Poli Lansia, agar penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap, masyarakat diimbau menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang memburuk, terutama sesak napas. (*)
Editor : Agus Pramono