PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Akses, Kualitas, dan Intervensi Kesehatan di Wilayah Kalimantan Tengah’ yang digelar di Palangka Raya, Selasa (15/7).
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr Suyuti Syamsul, yang hadir sebagai narasumber utama, menyampaikan, FGD ini menjadi momen penting untuk merumuskan langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di Bumi Tambun Bungai.
“Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang kita jalankan bukan hanya sebatas layanan kesehatan gratis berbasis KTP/BPJS, tetapi juga mencakup intervensi untuk menekan angka stunting, memperbaiki gizi, hingga memperkuat sarana prasarana kesehatan, khususnya di desa-desa,” ujar dr Suyuti.
Dalam paparannya, dr Suyuti mengungkapkan capaian membanggakan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kalteng yang telah mencapai 99,34% dari total penduduk. Namun, ia juga menyoroti adanya sekitar 20% peserta JKN yang teridentifikasi tidak aktif, mayoritas berasal dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Mandiri dan Pekerja Penerima Upah (PPU) Swasta.
“Masalah peserta nonaktif ini harus segera kita carikan solusinya agar seluruh warga benar-benar terlindungi. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kesenjangan sarana dan tenaga kesehatan di daerah terpencil,” tambahnya.
Diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator Dwito Santoso ini membahas sembilan isu strategis, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis berbasis KTP/BPJS, penguatan intervensi gizi melalui program makan bergizi gratis, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak.
FGD ini dihadiri Kepala Perwakilan BPKP Kalteng Ilham Nurhidayat, pejabat struktural Dinas Kesehatan, dan auditor BPKP. Ilham menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Dengan adanya forum ini, kita harap semua pihak dapat bersinergi untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui layanan kesehatan yang optimal,” tutur Ilham.(kom/uut/sir/aza)
Editor : Febby Zubaidah