PALANGKA RAYA-Seminar Internasional Masyarakat Adat Dayak yang digelar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada 21–23 Agustus 2025, menghasilkan 18 rekomendasi strategis bagi masa depan masyarakat adat Dayak. Rekomendasi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis dalam konferensi pers di
Kantor DAD Kalteng, Senin (25/8).
Yakobus menegaskan, rekomendasi itu lahir dari konsolidasi tokoh adat, akademisi, serta perwakilan masyarakat adat dari berbagai provinsi di Kalimantan.
“Inilah sikap bersama masyarakat Dayak yang menjadi pegangan dalam memperjuangkan hak, budaya, dan masa depan Dayak,” ujarnya.
Yakobus Kumis menambahkan, seluruh rekomendasi ini merupakan bagian dari komitmen masyarakat Dayak menjaga warisan leluhur sekaligus beradaptasi dengan tantangan global.
“Sejarah mencatat, pada 1894 seluruh suku Dayak pernah bersatu dalam Perjanjian Damai Tumbang Anoi. Semangat itu kini kami perbarui agar Dayak berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia,” tandasnya. (kom/uut/sir/aza)
Editor : Febby Zubaidah