Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

80 Tahun Kemerdekaan RI : Momentum Membangkitkan Jiwa Patriotisme ASN

Agus Pramono • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 09:32 WIB

Galih Satria Hutama
Galih Satria Hutama
Oleh; Galih Satria Hutama

DALAM memperingati HUT ke 80 Kemerdekaan Indonesia merupakan momentum yang baik untuk membangkitkan jiwa patriotisme ASN yang lama tertidur. Secara bahasa, patriotisme berasal dari kata patriot dan isme yang berarti kepahlawanan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), patriotisme adalah sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya atau semangat cinta tanah air.

Meskipun tidak memiliki penghasilan yang besar,menjadi ASN merupakan salah satu kebanggaan tersendiri dan masih dipandang sebagai profesi yang mentereng di Masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan puluhan ribu bahkan jutaan Warga Negara Indonesia yang masih memenuhi syarat pendaftar yang mendaftar sebagai CPNS maupun CPPPK dan memiliki semangat yang luar biasa dalam belajar agar bisa lolos menjadi CPNS atau CPPPK  .

Menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara merupakan salah satu jalan karir yang masih memiliki banyak peminat karena kestabilan penghasilan dan minimnya pemutusan hubugan kerja.

Terlebih di saat ini dimana krisis ekonomi yang masih berlangsung,dan banyaknya perusahaan yang melakukan perampingan model bisnisnya dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Akan tetapi, menjadi ASN  harus memiliki jiwa patriotisme yakni Mengabdi bukan sekadar bekerja, tetapi menghadirkan hati, integritas, dan kepedulian di setiap langkah untuk negeri.

Jiwa Patriotisme ASN ini terjabar dalam tujuan utama dari nilai dasar ASN yakni “BerAKHLAK”. Nilai-nilai ini menjadi pedoman bagi ASN dalam bertindak dan berperilaku, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam menjaga nama baik instansi dan negara.

Selain terjabar dalam nilai dasar ASN, jiwa patriotisme yang harus dimiliki oleh ASN adalah cinta tanah air yang dibuktikan dengan rasa bangga  sebagai bangsa Indonesia dan mencintai produk dalam negeri sebagai wujud dukungan terhadap ekonomi bangsa.

Panduan perilaku masing-masing nilai BerAKHLAK dapat menjadi parameter seberapa jauh seseorang berusaha melakukan patriotismenya dalam peran sebagai seorang ASN. Patriotisme melalui employer branding :”Bangga Melayani Bangsa” dapat dilakukan dengan sikap melayani bangsa yang dapat memenuhi ekspektasi kinerja yang ditetapkan bahkan bila perlu dapat melampaui ekspektasi kinerja yang ditetapkan tersebut.

Meningkatkan produktivitas kerja juga diyakini sebagai modal awal dalam membentuk patriotisme karena tanpa produktivitas kerja akan sulit melihat seseorang dalam sejauh mana upayanya mengorbankan segala-galanya demi bangsa dan negaranya.

Melalui patriotisme, perubahan dan inovasi positif dari ASN lebih mudah diimplementasikan karena patriotismelah yang memacu motivasi seseorang untuk dapat membuat perubahan dan inovasi.

Kejayaan dan kemakmuran tanah air adalah sasaran khusus pribadinya sehingga dapat memberikan banyak manfaat dan kontribusi terhadap perkembangan bangsa dan negara.

Bila patriotisme tidak hanya dijadikan kata-kata wacana namun sudah diwujudkan dengan aksi nyata, bukan tidak mungkin negara Indonesia juga dapat mencapai kondisi maju dan meyakinkan bahkan bisa lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

Akan tetapi menumbuhkan jiwa patriotisme bagi ASN memiliki tantangan yang besar yaitu perubahan mindset karena kemajuan teknologi dan globalisasi.

Terkadang efek negatif globalisasi akan membawa pengaruh yang dapat mengikis patriotisme seseorang termasuk dalam hal ini ASN. Sikap mewujudkan pengorbanan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya menjadi semakin berkurang bahkan menipis karena banyaknya kepentingan dan kesalahan persepsi.

Tuntutan dan persaingan membuat banyak ASN terutama ASN generasi milineal hanya mementingkan diri sendiri bahkan kelompoknya.

Kesalahan persepsi juga terlihat pada saat beberapa ASN milenial melihat pengaruh dan branding bangsa lain yang lebih maju dan meyakinkan justru membentuk perilaku apatis tanpa solusi, mengeluh, dan pasrah terhadap problematika bangsa dan negara sendiri.

Tuntutan untuk mewujudkan birokrasi kelas dunia dipersepsikan keliru karena memandang negara lain yang maju menjadi acuan satu-satunya dalam membentuk perubahan dan inovasi di dalam negeri sendiri.

Ppadahal belum tentu perubahan dan inovasi tersebut sesuai dengan ideologi dan konstitusi yang dimiliki dan diyakini oleh bangsa Indonesia yakni nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

Dengan memiliki jiwa patriotisme yang kuat, ASN dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi bangsa Indonesia. ASN akan menjadi contoh teladan bagi masyarakat dalam hal cinta tanah air, profesionalisme, integritas, dan pengabdian kepada negara.(*)

 

*) Penulis merupakan PNS Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamandau

 

 

Editor : Agus Pramono
#Patriotisme #asn #Teladan #cpns #inovasi #HUT ke 80 Kemerdekaan Indonesia