Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Makna Kebangkitan Nasional Bagi Kalimantan Tengah: Dari Tekanan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Ismail • Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB
Kusnida Indrajaya
Kusnida Indrajaya

 

Oleh: Kusnida Indrajaya

BANGSA Indonesia setiap tanggal 20 Mei memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum historis lahirnya kesadaran kolektif untuk bangkit dari keterbelakangan, penjajahan, dan perpecahan. Namun, Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang masa lalu. Ia adalah panggilan moral untuk membaca tantangan zaman dan merumuskan langkah menuju masa depan yang lebih bermartabat. Bagi Kalimantan Tengah, makna kebangkitan nasional hari ini menjadi sangat relevan di tengah tekanan ekonomi dan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.

Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan nasional. Dengan kekayaan sumber daya alam, luas wilayah, serta keberadaan proyek strategis nasional seperti kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan penguatan hilirisasi, daerah ini sesungguhnya menyimpan potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Namun potensi saja tidak cukup. Kebangkitan sejati menuntut kesiapan sumber daya manusia, tata kelola pembangunan yang berkeadilan, serta kemampuan masyarakat menghadapi perubahan ekonomi global.

Saat ini, tekanan ekonomi dirasakan hampir di seluruh lapisan masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, tantangan lapangan pekerjaan, ketidakpastian pasar global, konflik antar negara di timur tengah yang berkepanjangan hingga perubahan iklim yang memengaruhi sektor pertanian dan perkebunan menjadi realitas yang tidak bisa diabaikan. Di Kalimantan Tengah, masyarakat pedesaan maupun perkotaan menghadapi tantangan serupa: bagaimana mempertahankan daya hidup ekonomi keluarga di tengah biaya hidup yang terus meningkat.

Dalam konteks inilah, makna Kebangkitan Nasional harus diterjemahkan sebagai semangat ketahanan dan inovasi. Kebangkitan bukan hanya slogan politik, melainkan kemampuan masyarakat untuk bertahan, beradaptasi, dan berkembang. Pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi, serta komunitas masyarakat harus membangun kolaborasi nyata. Pendidikan, pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi berbasis lokal, digitalisasi UMKM, dan pemberdayaan generasi muda menjadi fondasi penting menghadapi tekanan zaman.

Indonesia Emas 2045 yang digagas sebagai momentum satu abad kemerdekaan Indonesia hanya akan menjadi kenyataan apabila daerah-daerah seperti Kalimantan Tengah ikut tumbuh secara inklusif. Bonus demografi harus dikelola dengan bijak. Generasi muda Kalimantan Tengah tidak cukup hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus dipersiapkan menjadi pelaku utama perubahan. Pendidikan berkualitas, literasi digital, karakter kebangsaan, dan kemampuan adaptif terhadap teknologi menjadi investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar.

Namun, kita juga perlu jujur bahwa kebangkitan Indonesia yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau megahnya infrastruktur. Kebangkitan sejati adalah ketika kesejahteraan dapat dirasakan secara merata, ketika kesenjangan sosial mengecil, ketika masyarakat adat dihormati, lingkungan dijaga, dan nilai gotong royong tetap menjadi ruh pembangunan.

Hari Kebangkitan Nasional hendaknya menjadi refleksi bersama bahwa Indonesia tidak boleh sekadar tumbuh, tetapi juga harus bertumbuh dengan keadilan dan kemanusiaan.

Dari bumi Tambun Bungai, Kalimantan Tengah memiliki kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa kebangkitan bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan gerakan nyata membangun masa depan.

Menyongsong Indonesia Emas 2045, mari menjadikan tekanan ekonomi hari ini bukan alasan untuk menyerah, tetapi pemantik semangat untuk melahirkan Kebangkitan Indonesia yang sesungguhnya: Indonesia yang maju, adil, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.(*)

Penulis adalah Dosen Universitas Palangka Raya

Editor : Ayu Oktaviana
#hari kebangkitan nasional #literasi digital #Bumi Tambun Bungai #Indonesia Emas 2045 #pertumbuhan ekonomi