Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Beginilah Perjuangan Guru di Kotim Tembus Hujan dan Menyeberangi Sungai Demi Mengajar, Netizen: Sentil Sri Mulyani

Ayu Oktaviana • Selasa, 19 Agustus 2025 | 10:09 WIB
Perjuangan guru di pelosok Kotim.SCREENSHOOT VIDEO
Perjuangan guru di pelosok Kotim.SCREENSHOOT VIDEO

SAMPIT – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan seorang guru di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang menembus derasnya hujan sambil menyeberangi sungai dengan perahu mesin, berpayung seadanya, viral di media sosial TikTok. Video itu diunggah akun @mikasaacrkman beberapa waktu lalu. Dalam tulisan videonya, ia menyebut bahwa perjuangan guru yang susah payah untuk mengajar malah dianggap sepele.

“guru seefort ini buat ngajar malah dianggap beban sama Sri Mulyani,” tulisnya.

Momen sederhana tersebut seketika menyedot simpati sekaligus memunculkan kembali perdebatan soal pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait guru yang sempat membuat heboh. Netizen ramai-ramai memenuhi kolom komentar dengan ragam tanggapan yang cukup keras.

Seorang pengguna TikTok, @Thata, menilai bahwa pengorbanan guru di pelosok semestinya mendapatkan penghargaan lebih besar.

“Harusnya guru-guru begini yang dikasih gaji, tunjangan, dan sertifikasi besar. Tidak semua guru seperti ini. Ada benarnya juga Bu Sri Mulyani, hanya sebagian guru saja yang benar-benar berjuang. Di sekolah tempat saya bekerja, boro-boro seperti itu, datang hanya saat ada jam mengajar lalu pulang. Padahal gaji guru luar biasa besar,” tulisnya.

Sementara itu, akun @khasanh menyinggung ironi ucapan Menkeu. “Sri Mulyani pintar juga karena guru. Kenapa nggak mikir ke situ ya?” ujarnya.

Komentar lebih emosional datang dari @AnjarMaulana yang mengajak masyarakat mendoakan agar keadilan ditegakkan. “Ayo ramai-ramai rakyat Indonesia mengadu kepada Allah supaya kelak jajaran elit itu bisa diadili seadilnya di pengadilan yang sebenarnya di akhirat,” tulisnya.

Bahkan ada pula warganet yang melontarkan sarkasme. “By Sri Mulyani: Siapa suruh menjadi guru,” tulis akun @Luther98.

Ada juga akun @•Yaa SALAM yang menyebut bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang baru saja di naikan gajihnya yang justru dianggap beban.

“Padahal gaji DPR lah yang beban negara!,” katanya.

Tak sedikit yang menilai pemerintah hanya melihat kondisi guru di perkotaan. “Dia liatnya yang di kota, bukan di pelosok,” komentar akun @Devihan16.

Senada dengan itu, @fadhil_forbid menulis bahwa Sri Mulyani harus melihat perjuangan seorang guru. Sebab dahulu dia juga belajar dari guru.

“Melek lah Bu Sri Mulyani lihat perjuangannya. Ibu dulu juga diajar oleh guru lo,” katanya.
Ada pula warganet yang menyinggung peran vital guru dalam kehidupan sehari-hari. “Guru kerjanya jelas. Kalau nggak percaya boleh coba. Tiap hari dititipi nyawa anak, memberi mereka ilmu, menasihati anak, bahkan sering melakukan hal yang orang tua tidak sempat lakukan. Kalau nggak ada guru, bisa dibayangkan akan jadi apa negara ini,” komentar akun @SriWulan.

Video perjuangan guru di tengah hujan deras itu kini terus dibagikan ulang di berbagai platform. Simpati publik semakin meluas, sementara kritik terhadap ucapan Menkeu kian deras. Polemik tentang kesejahteraan dan penghargaan bagi guru pun kembali menjadi sorotan hangat di jagat maya. (mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#kesejahteraan #keadilan #beban #tiktok #perjuangan #kotim #sri mulyani #menteri keuangan #pelosok #guru #sertifikasi #dewan perwakilan rakyat #tunjangan #perahu mesin