Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Masrul Maulana Pratama Lulus tanpa Skripsi, Selesaikan Studi 3,5 Tahun di UIN Palangka Raya 

Dea Umilati • Senin, 4 Mei 2026 | 12:00 WIB
Masrul Maulana Pratama Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Palangka Raya.Dok Pribadi
Masrul Maulana Pratama Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Palangka Raya.Dok Pribadi
 
 
PALANGKA RAYA-Tidak banyak mahasiswa yang mampu menuntaskan kuliah tepat waktu sambil aktif di organisasi, forum kepemudaan, penelitian ilmiah, hingga ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Namun hal itu berhasil dibuktikan Masrul Maulana Pratama.
 
Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Palangka Raya tersebut sukses menyelesaikan studi sarjananya hanya dalam waktu 3,5 tahun tanpa skripsi. Kelulusannya diperoleh melalui jalur publikasi ilmiah setelah artikelnya berhasil terbit di jurnal nasional terindeks SINTA 2 sebagai penulis pertama.
 
Di usianya yang baru 22 tahun, Masrul menunjukkan bahwa mahasiswa daerah juga mampu bersaing dalam dunia akademik nasional.
 
“Bagi saya, publikasi ilmiah bukan hanya syarat lulus kuliah, tetapi bentuk kontribusi keilmuan supaya penelitian yang dibuat bisa dibaca dan memberi manfaat lebih luas,” ujar Masrul, Kamis (30/4/2026).
 
Artikel ilmiah yang mengantarkannya lulus berjudul Julia Kristeva Intertextual Reconfiguration of Interpretation of Rūḥ al-Qudus: An Analysis of Tafsīr ath-Ṭhabarī and al-Kabīr on Q.S. Al-Baqarah [2]:87.
 
Penelitian tersebut membahas penafsiran konsep Rūḥ al-Qudus dalam dua kitab tafsir klasik besar menggunakan pendekatan intertekstualitas Julia Kristeva. Tema itu menjadi menarik karena memadukan kajian tafsir klasik dengan pendekatan teori modern dalam studi teks.
 
Berasal dari sebuah desa di Kabupaten Pulang Pisau, perjalanan Masrul menuju capaian akademik tidak diraih secara instan.
 
Ia menempuh pendidikan di MAN 2 Pulang Pisau sebelum melanjutkan studi di UIN Palangka Raya.
 
Selama menjadi mahasiswa, Masrul dikenal aktif di berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus. Ia juga terlibat dalam pembinaan pelajar di Kalimantan Tengah hingga dipercaya mengikuti kegiatan pembinaan di luar provinsi.
 
Di tengah padatnya aktivitas tersebut, ia tetap produktif mengikuti konferensi nasional dan internasional, lomba karya ilmiah, kegiatan dakwah, hingga forum kepemudaan. Bahkan, ia juga beberapa kali dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan generasi muda.
 
“Kadang orang berpikir aktif organisasi akan mengganggu kuliah. Padahal kalau bisa mengatur waktu, keduanya justru saling mendukung. Organisasi melatih kepemimpinan, sementara akademik mengasah cara berpikir,” katanya.
 
Masrul mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap kajian Al-Qur’an dan tafsir yang diintegrasikan dengan realitas sosial serta budaya lokal Kalimantan. Menurutnya, nilai-nilai Islam perlu terus dikontekstualisasikan agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat.
 
“Saya ingin kajian tafsir tidak hanya berhenti di ruang akademik, tetapi juga bisa dekat dengan masyarakat dan budaya lokal kita sendiri,” ujarnya.
 
Keseriusannya di bidang penelitian mengantarkannya meraih penghargaan sebagai Juara 1 Duta Peneliti Muda Studi Kalimantan 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada generasi muda yang dinilai memiliki gagasan riset inovatif dan berkontribusi terhadap pengembangan daerah.
 
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Masrul juga aktif dalam ajang MTQ. Setelah mengikuti MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Barito Utara, ia mendapat kepercayaan dari LPTQ Provinsi Kalteng untuk menjadi perwakilan daerah pada MTQ tingkat nasional di Semarang pada September 2026 mendatang.
 
“Alhamdulillah setelah mengikuti MTQ tingkat provinsi, saya dipercaya untuk ikut mewakili Kalimantan Tengah di MTQ nasional tahun ini. Ini amanah besar yang tentu harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
 
Bagi Masrul, kunci menjalani banyak aktivitas sekaligus adalah disiplin dan memahami prioritas hidup. Ia percaya mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus hadir memberi manfaat di tengah masyarakat.
 
“Kuliah itu kewajiban, tetapi kebermanfaatan juga penting. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
#kuliah tepat waktu #kitab tafsir #LPTQ Provinsi Kalteng #MTQ Nasional #uin palangka raya