KUALA KAPUAS– PT Pamapersada Nusantara bersama PT Tuah Turangga Agung kembali menegaskan komitmennya memajukan pendidikan di pedalaman Kalimantan Tengah.
Kamis (8/5/2026), SMK Maharati di Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, menggelar wisuda pelepasan siswa Angkatan Ketiga.
Sebanyak 79 siswa dinyatakan lulus dari dua jurusan unggulan: 51 siswa Teknik Alat Berat dan 28 siswa Desain Komunikasi Visual.
Angka ini naik 54% dibanding jumlah wisudawan angkatan pertama. Peningkatan itu dinilai jadi bukti tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMK Maharati.
Presiden Direktur PAMA, Hendra Hutahean, menyebut wisuda ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja sama yang lebih kuat antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
“Pendidikan bukan tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Target Serapan Lulusan Lewat Program BMW
PAMA dan manajemen SMK Maharati menargetkan seluruh lulusan siap bersaing dan mandiri. Hingga angkatan ketiga, serapan lulusan diupayakan maksimal lewat konsep BMW:
Bekerja: Menyalurkan tenaga kerja terampil ke industri, termasuk di ekosistem perusahaan.
Melanjutkan: Memberi jalur bagi siswa berprestasi untuk kuliah.
Wirausaha: Membekali siswa agar bisa membuka lapangan kerja di daerahnya.
Siswa juga mendapat pendampingan karier, pemetaan minat, pembekalan karakter, dan keahlian hidup. Tujuannya agar tingkat penyerapan lulusan maksimal dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pedalaman.
Luncurkan Program Elektrifikasi Sekolah
Rangkaian acara wisuda dilanjutkan dengan peletakan batu pertama program elektrifikasi SMK Maharati. Program ini diharapkan membuat proses belajar lebih kondusif sekaligus mendukung efisiensi energi di lingkungan PAMA Group.
“Program ini mendukung belajar mengajar yang lebih kondusif namun juga mengupayakan efisiensi fuel consumption di PAMA Group,” kata Direktur PAMA sekaligus Presiden Direktur Energia Prima Nusantara, Chynthia Theresa AM.
Dengan langkah ini, PAMA ingin memastikan pendidikan vokasi di pedalaman tidak hanya berjalan, tapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata.(*)
Editor : Agus Pramono