Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jawaban Sama, Nilai Berbeda di Lomba Empat Pilar MPR Kalbar Tuai Sorotan, Juri Buka Suara

Miftahul Ilma • Senin, 11 Mei 2026 | 18:41 WIB
Indri Wahyuni, juri yang menegaskan bahwa artikulasi peserta harus jelas.YouTube
Indri Wahyuni, juri yang menegaskan bahwa artikulasi peserta harus jelas.YouTube

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat ramai diperbincangkan setelah muncul video yang memperlihatkan dua tim peserta memberikan jawaban serupa, namun memperoleh nilai berbeda dari dewan juri.

Cuplikan momen tersebut viral di media sosial Senin (11/5/2026) dan memicu perdebatan publik. Dalam video yang beredar, salah satu tim bahkan sempat melayangkan protes langsung kepada juri karena merasa dirugikan.

Peristiwa itu terjadi saat sesi pertanyaan rebutan dalam babak final lomba. Pembawa acara mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya pembawa acara. 

Tim dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan bel dan menjawab pertanyaan tersebut.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab salah satu peserta.

Namun jawaban itu justru diberi nilai minus lima oleh salah satu dewan juri, Dyastasita, yang menjabat Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI.

Pertanyaan kemudian dilempar kembali ke peserta lain. Tim SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang terdengar sama dengan tim sebelumnya.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ujar peserta dari Grup B.

Kali ini, jawaban tersebut dinyatakan benar dan memperoleh nilai penuh.

“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” kata Dyastasita.

Keputusan itu langsung diprotes peserta dari SMAN 1 Pontianak. Mereka menyebut jawaban yang disampaikan tidak berbeda dengan jawaban tim lawan.

“Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” ujar salah satu peserta.

Namun dewan juri menilai jawaban awal dari Grup C tidak terdengar menyebut Dewan Perwakilan Daerah atau DPD.

“Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi,” kata Dyastasita.

Peserta kembali membantah dan menegaskan bahwa mereka telah menyebut unsur DPD dalam jawaban pertama. Meski demikian, dewan juri tetap mempertahankan keputusan awal.

“Jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah,” ujarnya lagi.

Situasi sempat memanas ketika peserta meminta penonton menjadi saksi apakah jawaban mereka memang menyebut DPD atau tidak. Namun juri menyatakan keputusan penilaian sepenuhnya berada di tangan dewan juri.

Juri lainnya, Indri Wahyuni, kemudian mengingatkan pentingnya artikulasi saat menjawab pertanyaan dalam perlombaan.

“Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5,” katanya. (*)

Editor : Agus Pramono
#cerdas cermat MPr #mpr #Lomba Cerdas Cermat