PALANGKA RAYA – Upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik terus digaungkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah.
Melalui program magang mandiri, tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Palangka Raya (UPR), Enzelly Robby Rangkap, Mutia Nisa, dan Losia Depi Indriyanti, turut ambil bagian dalam mengkampanyekan gerakan SP4N-LAPOR! kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital di Kalimantan Tengah.
Selama menjalani masa magang di Diskominfosantik Kalteng, ketiganya aktif melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan layanan SP4N-LAPOR! sebagai sarana penyampaian aspirasi, kritik, saran, hingga pengaduan masyarakat yang terintegrasi secara nasional terhadap pelayanan publik.
Melalui berbagai media informasi dan materi kampanye digital, masyarakat diajak untuk lebih memahami bahwa setiap laporan yang disampaikan akan diproses dan ditindaklanjuti oleh instansi terkait secara transparan dan terintegrasi.
Mutia Nisa menjelaskan bahwa masih banyak yang belum memahami fungsi dan manfaat SP4N-LAPOR! sebagai kanal resmi pengaduan pelayanan publik.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat agar lebih berani menyampaikan aspirasi maupun keluhan terkait pelayanan publik. Karena dari laporan masyarakat, pemerintah dapat melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Enzelly Robby Rangkap. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kampanye ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami implementasi komunikasi pemerintahan di era transformasi digital.
“Kami belajar secara langsung bagaimana pemerintah memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun pelayanan publik yang cepat, responsif, dan dekat . Ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa,” katanya.
Sementara itu, Losia Depi Indriyanti mengatakan penggunaan media digital dinilai efektif menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.
“Melalui media kampanye digital, informasi mengenai SP4N-LAPOR! dapat lebih mudah dipahami sehingga meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengawasan pelayanan publik ,” tuturnya.
Dosen pembimbing lapangan, Hansly, S.E., M.M., mengapresiasi kegiatan mahasiswa selama menjalankan program magang.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah penerapan teori perkuliahan, tetapi sarana pembentukan karakter, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap pelayanan publik.
“Mahasiswa tidak hanya belajar administrasi dan manajemen di instansi pemerintahan, tetapi belajar bagaimana membangun komunikasi publik yang baik serta berkontribusi langsung dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Masyarakat Kalimantan Tengah diharapkan semakin aktif menyampaikan aspirasi dan pengaduan secara bijak demi terwujudnya pelayanan public daerah yang berkualitas.(*)
Editor : Agus Pramono